Menu

Dua Penambang Emas Tertimbun di daerah Dharmasraya, Gunakan Mesin Dompeng Penghancur Tebing

  Dibaca : 131 kali
Dua Penambang Emas Tertimbun di daerah Dharmasraya, Gunakan Mesin Dompeng Penghancur Tebing
TINJAU LOKASI—Kapolres Dharmasraya, AKBP Anggun Cahyono didampingi Kasat Reskrim IPTU Suyanto dan Kapolsek Pulau Punjung, IPTU Hendriza bersama warga setempat saat meninjau lokasi tambang emas yang longsor di Jorong Bedeka Ampang Kuranji, Nagari Silago, Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya.

DHARMASRAYA, METRO–Tambang emas menggunakan mesin dompeng kembali makan korban. Kali ini terjadi di daerah Dharmasraya, tepatnya di Bukit Kubangan,  Jorong Bedeka Ampang Kuranji, Nagari Silago, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya.

Peristiwa tewasnya penambang emas akibat tertimbun longsor ini terjadi pada Sabtu (26/6). Dari  tiga orang yang tertimbun longsor, dua dinyatakan tewas dan satu selamat.

Warga Jorong Bedeka Ampang Kuranji, Nagari Silago baru mendapatkan informasi sekitar pukul 18.30 WIB. Warga pun berbondong-bondong menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

 Tiga korban penambang emas yang tertimbun tersebut diketahui bernama  Iswadi Idris (30), dia ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke RSUD Sungai Dareh. Dua korban yang tewas adalah Ilham Peri (30) dan Edison (43).  Edison merupakan mantan Wali Nagari.

“Kejadian diketahui terjadi sekira pukul 18.30 WIB, menjelang adzan Maghrib. Earga yang melihat kejadian iyu langsung memanggil warga lainnya dan meminta untuk segera membantu korban, “ ujar salah seorang warga setempat bernisial F (40) kepada POSMETRO, Minggu (27/6).

Katanya, pada saat melakukan penambangan, ke 3 korban menggunakan mesin robin atau dompeng dengan cara menyemprot air ke dinding tebing. Kuatnya dorongan air membuat tebing hancur sehingga mengakibatkan terjadi longsor.

Besarnya bongkahan tanah yang longsor membuat pekerja tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya mereka terperangkap dalam material longsor.

“Disaat menyemprot tebing tersebut, tiba-tiba tanah longsor dan menimpa tiga orang yang tepat berada di bawah tersebut,” ungkapnya.

Anggota DPRD Dharmasraya Ardison, membenarkan informasi adanya warga korban longsor. “ Benar, ada dua orang warga yang meninggal dunia di lokasi tambang, satu diantaranya mantan Wali Nagari, namanya Edison warga Nagari Silago, Kecamatan IX Koto, “ kata Ardison di Pulau Punjung, Minggu (27/6).

Sementara itu, Wali Nagari Silango, Kecamatan IX Koto Firdaus, manambahkan,  lokasi tambang yang longsor tersebut berada di kawasan Jorong Ampang Kuranji. Tiga penambang yang menjadi korban tersebut kesehariannya merupakan sebagai petani.

Longsornya kawasan penambangan emas tersebut sempat membuat warga setempat buncah. Warga yang mendapat informasi berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pertolongan.

Lokasinya memang tidak jauh dari permukiman warga, namun karena kondisi hari yang sudah mulai gelap dan alat yang digunakan warga pun hanya manual, membuat proses pencarian memakan waktu yang cukup lama.

Pencarian dilakukan hingga pukul 22.00 WIB, ketiga korban pun akhirnya berhasil ditemukan. Iswadi Idris (30) ditemukan selamat dan langsung dilarikan ke RSUD Sungai Dareh, dia mengalami luka yang cukup berat. Sedangkan dua orang lagi Edison (43) dan  Ilham Peri (30), ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Pihak kepolisian yang tiba ke lokasi kejadian langsung memasang spanduk himbauan terkait larangan aktifitas penambangan emas ilegal.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Anggun Cahyono, didampingi Kasat Reskrim IPTU Suyanto dan Kapolsek Pulau Punjung, IPTU Hendriza Oktavianus usai meninjau lokasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Ada tiga penambang yang menjadi korban, dua meninggal dunia dan satu orang mengalami luka patah dan sedang mendapatkan perawat di RSUD Sungai Dareh, “ ujarnya Kapolres Dharmasraya, AKBP Anggun Cahyono. (27/6) siang.

Anggun Cahyono menjelaskan, melalui Humas Polres Dharmasraya membenarkan peristiwa tersebut. Katanya, tiga orang korban bernama Iswadi Idris diketahui warga Jorong Ampang Kuranji, Nagari Silago, Kecamatan Sembilan Koto, Dharmasraya, meninggal dunia akibat tertimbun material longsoran tebing, Edison (43) warga Jorong Ampang Kuranji, Nagari Silago, Kecamatan Sembilan Koto, dan Ilham Peri merupakan warga Jorong Ampang Kuranji, Nagari Silago, Kecamatan Sembilan Koto.

Kata Kapolres, setelah mendapatkan informasi itu personil Polsek Pulau Punjung dan Personil Polres Dharmasraya langsung menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekkan.

 “Kegiatan pengecekan dipimpin oleh Kapolsek Pulau Punjung Iptu Hendriza Oktavianus, SH,” ucap Kapolres.

Dikatakannya, personil hadir saat pengecekan tersebut yakni, Kanit Reskrim Polsek Pulau Punjung Ipda Rianra Yoseptian, SH, Kapolpos Sembilan Koto Aiptu Mardasion, Kanit Provos Polsek Pulau Punjung Aiptu Iswandi, Ps. Kanit Intelkam Polsek Pulau Punjung Aipda Agi Gunamart, Ps. Kanit Tipiter Satreskrim Polres Dharmasraya Aipda Sahlian Putra Lubis, dan Anggota Tipiter Satreskrim Polres Dharmasraya Bripka Frengki.

Kapolres juga menyebutkan bahwa lokasi kejadian tertimbunnya pekerja tambang emas tersebut merupakan lokasi tambang ilegal. (ags)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional