Close

Dua Pemuda Pengedar Sabu Ditangkap di Payakumbuh, Belasan Paket Sabu Jadi Barang Bukti

DICIDUK— Dua pemuda berstatus pengedar dan pemakai narkotika jenis sabu diciduk tim opsnal Satresnarkoba Polres Payakumbuh, Kamis (9/12) pagi.

PAYAKUMBUH, METRO–Baru beberapa hari pasca pemusnahan dua kilogram lebih narkoba jenia sabu dan belasan jenis barang bukti (BB) di Kejaksaan Negeri Payakumbuh, kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu kembali terjadi di wilayah hukum Polres Payakumbuh.

Tak jauh berbeda dari waktu sebelumnya, pelaku penyalahgunaan narkoba itu masih berusia muda dan produktif, mereka ti­dak saja sebagai pemakai, namun juga sebagai pe­nge­dar.

Hal tersebut terlihat dari jumlah barang bukti yang berhasil diamankan tim opsnal Satresnarkoba, selain sabu berbagai paket, juga ditemukan ratusan plastik klip yang biasanya digunakan untuk membungkus sabu.

Dua tersangka itu diamankan di dua tempat berbeda di Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis (9/12). Penangkapan pertama dilakukan tim yang langsung dipimpin Kasatresnarkoba, Iptu Desneri pada Kamis (9/12) dinihari disebuah rumah di Kelurahan Ibuah.

Dirumah itu, polisi berhasil menangkap tersangka RP (25) yang diduga baru selesai memakai narkoba. Dari penggeledahan yang dilakukan ditemukan se­jumlah barang bukti,3 paket narkotika jenis sabu yang di bungkus dengan plastik bening, satu unit Handpone, serta uang yang diduga hasil penjualan  narkotika jenis sabu.

Dari lokasi yang berada di belakang perumahan itu, tim bergerak ke lokasi ke dua di Kelurahan Balai Nan Duo. Di lokasi kedua ini jumlah barang bukti yang diamankan jauh lebih banyak dari lokasi pertama, yakni 9 paket narkoba jenis sabu, handphone dan kotak rokok dari tangan tersangka AS.

Tersangka AS ditangkap sekitar pukul 06.00 Wib berkat “nyanyian” tersangka RP yang mengaku mendapatkan sabu darinya. Usai ditangkap dua tersangka tersebut dibawa ke Mapolres Payakumbuh Ka­wasan Labuah Silang untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira menyebutkan, penangkapan tersangka tidak lepas dari peranan aktif masyarakat yang ikut dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dilingkungan nya.

“ Iya, tentu peranan masyarakat cukup besar membantu Polisi dalam mengungkapkan kasus pe­re­daran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu kedepan terus kita dorong peranan ma­sya­rakat, agar generasi muda terbebas dari dampak buruk narkoba,” sebutnya melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri, Jumat (10/12).

Iptu Desneri juga menambahkan, cara transaksi narkoba antara pengedar dan bandar cukup unik dan terbilang baru, mereka tidak saling bertemu, namun berkomunikasi lewat handphone. Setelah sepakat, bandar “melempar” atau meletakkan narkoba sesuai kesepakatan di tempat tertentu, dan belakangan dijemput oleh pengedar maupun kurir.

“Jadi antara bandar dan pengedar tadi saling bertemu, mereka hanya berkomunikasi lewat handphone, setelah sepakat, narkoba diletakkan ditempat tertentu untuk nantinya dijemput oleh pengedar/kurir narkoba,” ucap Desneri. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top