Close

Dua Pelatih Serdadu Kota Solok Dipanggil jadi Juri PON

Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra.

SOLOK, METRO–Dua orang pelatih Sentra Olahraga Terpadu (Serdadu) Kota Solok dipanggil untuk menjadi juri pada iven olah raga PON XX Papua. Dua pelatih tersebut masing-masing Finda Pratiwi dari cabang senam dan Taufik dari cabang Pencak Silat. Pemanggilan itu menyusul surat yang dikirimkan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan Persani yang disampaikan ke Dispora Kota Solok melalui KONI Sumbar.

“Alhamdulillah, dua o­rang pelatih sentar kita dipanggil menjadi juri PON XX Papua XX 2021,” ungkap Kasi Pembibitan Olahraga Disporan Kota Solok, Anwar, Kamis (23/9).

Selain menjadi juri pada ajang PON XX Papua, sebanyak enam atlet dan satu pelatih kota Solok turun membela kontingen Sumbar dalam momen PON XX Papua yang digelar Oktober 2021 mendatang. Merespon prestasi yang diraih para atlet asal Kota Solok, Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra me­ngaku sangat bangga atas kiprah Kota Solok dalam ajang olahraga bergengsi tingkat nasional.

“Dengan turunnya 6 atlet dan 3 pelatih dalam ajang PON Papua, menandakan olahraga Kota Solok dukup diperhitungkan baik di tingkat provinsi maupun nasional,” tutur Dhani.

Prestasi ini, kata Dhani, menjadi modal yang sa­ngat bagus untuk semakin memajukan olahraga di Kota Solok. Dirinya mendoakan pelatih dan atlet Kota Solok bisa berjaya dalam PON Papua. “Ini sebuah prestasi yang luar biasa, dan kedepan tentunya kita berharap semakin banyak putra-putri Kota Solok yang meraih prestasi di berbagai kejuaraan,” tambah Anwar.

Sebelumnya, satu o­rang pelatih Kota Solok, Anwar dipanggil untuk turun menukangi atlet atletik Sumatra Barat di PON Pa­p­ua, selain itu enam atlet Kota Solok juga dipanggil untuk memperkuat Sumbar.

Sementara itu, Finda Pratiwi yang merupakan mantan atlet senam PON Palembang itu tidak me­nyangka dirinya akan dipanggil untuk menjadi juri dalam PON Papua. “Allhamdulillah, saya dipercaya oleh Persani Sumbar sebagai juri pada cabang senam PON Papua ini. Biasanya saya yang ber­tanding, sekarang menjadi juri,” kata Finda Pratiwi.

Diakui Finda, dirinya cukup grogi terhadap datangnya panggilan tersebut. Memang, katanya, dirinya biasa juri di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Seorang dipercaya menjadi juri nasional. “Saya cukup grogi juga akan panggilan ini. Saya yang biasa jadi Juri pada ajang Porprov, sekarang ditunjuk sebagai Juri pada PON yang kelasnya sudah nasional, kepercayaan yang harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Finda. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top