Menu

Dua Napi Narkoba Kabur dari Lapas

  Dibaca : 622 kali
Dua Napi Narkoba Kabur dari Lapas
NAPI KABUR— Kalapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Nasir menunjukkan titik yang diduga menjadi tempat kaburnya dua napi. Napi diduga memanjat pagar menggunakan kain sarung.

SAWAHLUNTO, METRO – Dua orang narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Kota Sawahlunto kabur, Sabtu (23/6) malam. Mereka diduga memanjat pagar pembatas LP menggunakan sambungan kain sarung setinggi 5 meter.

Narapidana itu bernama Aswadi Lubis (39) dan Efrizal Lubis (27). Keduanya merupakan napi kasus penyalahgunaan narkotika dengan putusan pidana selama 9 tahun 6 bulan. Sudah menjalani masa hukuman selama 1 tahun yang ditangkap di Kawasan Talu, Pasaman Barat (Pasbar). Mereka juga beralamat di Pasbar.

Kalapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Nasir mengakui kaburnya kedua narapidana tersebut. Semula keduanya meminta izin ke petugas untuk melaksanakan shalat Ashar di masjid dalam lingkungan Lapas.

”Kedua napi tersebut diketahui kabur oleh petugas pada pukul 17.30 WIB, Minggu 24 Juni 2018,” katanya di ruangannya, Senin (25/6).

Mengetahui kedua napi tersebut kabur, petugas segera menyisir hingga mengetahui kedua Napi kabur melalui pagar di samping mushalla.

“Mereka menembus dua pagar, pagar kawat transparan dan pagar tembok yang tinggi. Selanjutnya mereka menggunakan kain sarung yang disambung untuk mempermudah mereka memanjat dan turun,” tambahnya.

Nasir melanjutkan sewaktu Napi melarikan diri saat itu petugas penjaga cuma ada tiga orang, satu Komandan dan dua anggota. “Cuma ada tiga petugas, sudah kami periksa secara internal dan barusan perintah dari Kanwil Kemenkumham Sumbar harus diberi sanksi,” lanjutnya.

Dikatakan Nasir, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres Sawahlunto untuk mengejar kedua napi tersebut. “Dari semalam kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Sawahlunto untuk mengejar keduanya,” ulasnya.

Menurut Nasir, mereka mengetahui kaburnya dua orang napi setelah apel pengecekan mereka tidak melaksanakan apel. Mengetahui hal tersebut petugas piket menjadi curiga bahwa narapidana tersebut melarikan diri.

”Saat melakukan penyisiran, petugas petugas mengetahui bahwa Narapidana melarikan diri melalui pagar di samping mushalla yang mana kawat atas pagar yang dilompati bengkok. Juga ditemukan kain sarung narapidana yang diikatkan di dinding atas pagar untuk mempermudah melarikan diri,” katanya.

Kapolres Sawahlunto AKBP Zamrony Wibowo Sik mengungkapkan pihak Lapas sudah menghubungi kepolisian untuk kasus kaburnya dua orang napi ini. Polisi tidak akan tinggal diam, dan siap mencari dua napi yang kini jadi buronan bersama tersebut.

”Ya, kami sudah dihubungi oleh pihak lapas dan kami tentu akan berusaha membantu membackup kasus ini,” ujarnya melalui telpon seluler. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional