Menu

Dua Lansia Tinggal di Gubuk Kayu Reot, Nenek Liana Lumpuh Adiknya Buta

  Dibaca : 474 kali
Dua Lansia Tinggal di Gubuk Kayu Reot, Nenek Liana Lumpuh Adiknya Buta
BERI BANTUAN—Ketua DPC Gerindra Padangpariaman Happy Neldy dan pengurus Gerindra Sumbar serta Padangpariaman memberikan bantuan kepada Liana dan Hasan Basri, Sabtu (29/2). Mereka juga akan membangun rumah layak untuk keduanya.

PADANGPARIAMAN, METRO–Dua bersaudara lanjut usia (lansia), Liana (81) dan adiknya Hasan Basri (76) hidup dalam derita di sisa-sisa umur mereka. Di rumah kayu tua reot di Sakayan Jambak, Rimbo Kalam, Nagari Anduring, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam, Padangpariaman, keduanya hanya bisa menunggu belas kasihan orang lain.

Dua tahun lalu, suami Liana juga sudah berpulang dan kini dia tinggal bersama adiknya yang buta total sejak lama. Diketahui, Hasan yang sudah hampir kepala delapan itu belum menikah. Parahnya, Liana saat ini juga sudah lumpuh dan tidak bisa lagi berbuat banyak untuk adiknya – untuk dirinya sendiri saja susah. Sebaliknya, tanpa melihat, Hasan masih cekatan membantu kakaknya.

Diketahui, Liana memiliki seorang anak yang tinggal di Pasir Laweh, dan sekali-sekali bisa datang melihatnya. Namun, karena beban hidup yang juga berat, membuatnya tak bisa berbuat banyak. Kini, tinggalah adik-kakak lansia miskin itu di daerah yang tidak begitu ramai masyarakat. Mereka memang sangat berharap bantuan dari lingkungan sekitar.

Sabtu (29/2) siang, sejumlah orang datang ke gubuknya yang dapat disebut tak layak ditempati lagi. Dia adalah Ketua DPC Partai Gerindra Padangpariaman Happy Neldy yang juga anggota DPRD Padangpariaman. Bersamanya turut hadir Hamardian, juga anggota DPRD Padangpariaman dan Tim Gerindra Padangpariaman Peduli serta perwakilan dari Dinas Sosial Padangpariaman, Aorizondi.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar tentang kondisi kakak-beradik ini. Sungguh memiriskan dan perlu perhatian kita semua. Kami langsung memberi bantuan kepada nenek Liana yang lumpuh total. Tidak itu saja, kami dari Gerindra juga menginisiasi pembangunan atau bedah rumah nenek dan adiknya ini,” kata ketua Fraksi Gerindra DPRD Padangpariaman ini.

Happy Neldy menyebut, selain Gerindra Padangpariaman, juga ada bantuan dari Pengurus DPD Gerindra Sumbar diwakili Wakil Sekretaris Dra Ferita Angriani. Dia memberikan bantuan pakaian dan mukenah untuk Liana.
“Kami merasa sedih sekali dengan beberadaan nenek Liana yang tidak bisa apa-apa. Untuk makan saja harus menunggu bantuan dari tetangga karena tidak bisa memasak sama sekali. Dia hanya dibantu oleh adiknya Hasan Basri yang ternyata juga buta total,” kata Happy Neldy.

Akhirnya, katanya, hal itulah yang membuat pengurus Gerindra sangat tersentuh untuk membantu membuatkan rumah semi permanen untuk Liana ini. “Tak ingin berlama-lama, akan dilaksanakan 8 Maret 2020 mendatang. Insya Allah akan dihadiri juga oleh ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade yang juga Anggota DPR RI,” katanya.

Dalam kunjungan juga terlihat hadir pengurus DPC Padangpariaman Syafrizal, Yurnalis, Dewi, Arifin Husein, Utih dan Mas. “Kami disambut oleh Kepala Korong dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Untuk pembutan rumah tersebut, masyarakat juga ingin membantu bersama memberikan sumbangan tembok atau batu bata. Dalam pembiayan rumah, kami anggota Dewan dari Gerindra akan mencarikan donator,” sebut Happy Neldi. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional