Menu

Dua Hari KM Famili Karam, ABK Ditemukan Tewas Mengambang

  Dibaca : 675 kali
Dua Hari KM Famili Karam, ABK Ditemukan Tewas Mengambang
MASIH UTUH— Alquran ditemukan masih utuh saat kebakaran di Jalan Mustika Raya D1, RT 01, RW 06 Kelurahan Pangambiran Ampalu, Kecamatan Lubukbegalung, Jumat (31/1) dini hari.

PADANG, METRO–Setelah melakukan pencarian selama 3 hari, semenjak dinyatakan hilang Rabu (28/1) yang lalu, seorang anak buah kapal (ABK) KM Famili 010 GT 20 yang tenggelam di Perairan Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang ditemukan. Dia ditemukan Jumat (31/1) sekitar pukul 10.40 WIB.

ABK yang diketahui bernama Sidiq (20) ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi mengambang. Punggungnya menghadap ke permukaan tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal. Korban langsung dievakuasi menggunakan KM Yudhistira milik Basarnas ke pinggir laut dan selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kawasan Jurai, Bungtekab.

“Korban sudah ditemukan meninggal dengan kondisi mengambang dan langsung dievakuasi ke pinggir laut sekitar pukul 10.40 WIB. Sebelum dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi.

Asnedi menambahkan, dalam pencarian korban, tim SAR gabungan yang terlibat yakni, Basarnas Padang dengan menggunakan KN SAR Yudhistira, Satpol Air, Satrol AL. “Selain itu juga proses pencarian juga di bantu oleh nelayan setempat,” pungkas Asnedi.
Sebelumnya diketahui, peristiwa tengelamnya kapal Bagan KM Famili 010 terjadi Rabu (29/1) sekitar pukul 07.00 WIB di perairan gosong pulau Sao posisi 0° 52′ 588″S. 100°14′ 270″E, Kota Padang.

Kejadian berawal dimana sebuah kapal nelayan jenis bagan KM Famili 010 Gt 20, kapal dengan nakhoda yang bernama Hendra beserta 10 ABK dihantam badai disertai gelombang tinggi di kawasan Gosong, Pulau Sao Kota Padang.

Sebelum kapal tenggelam, nakhoda beserta ABK berusaha menguras air yang masuk ke dalam palka dan kamar mesin kapal. Usaha tersebut tidak berhasil karena air laut yang masuk sangat banyak sehingga membuat kapal oleng dan tenggelam.

Nakhoda dan 10 ABK berhasil menyelamatkan diri, sementara 1 ABK hilang tenggelam bersama kapal dan baru ditemukan Jumat pagi. Para korban yang selamat ditemukan kapal nelayan Berkat Yakin (kapal tundo) dalam keadaan terapung-apung. Diselamatkan Kapal Patroli Dit Polairud Polda Sumbar dan dibawa ke kantor polisi perairan tersebut. (r)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional