Menu

Dua Guru Besar UIN IB Dikukuhkan, Prof Eka Putra Wirman Guru Besar Pertama Alumni Maroko di Indonesia

  Dibaca : 973 kali
Dua Guru Besar UIN IB Dikukuhkan, Prof Eka Putra Wirman Guru Besar Pertama Alumni Maroko di Indonesia
DIKUKUHKAN— Ketua senat Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, mengukuhkan Prof Eka Putra Wirman dan Prof Martin Kustati sebagai guru besar.

PADANG, METRO
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. H. Eka Putra Wirman, Lc, MA resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam rapat senat terbuka di gedung UIN yang disiarkan melalui video conference, Rabu (10/6). Pengukuhan juga diikuti langsung Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Fachrul Razi.

Prof Eka Putra Wirman diangkat sebagai Profesor atau Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kalam pada Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol. Disaat bersamaan, juga dikukuhkan Prof. Dr. Martin Kustati, Wakil Direktur Pascasarjana sebagai guru besar dalam bidang ilmu TESL (Pendidikan Bahasa Inggris) pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Kedua guru besar itu dikukuhkan oleh Ketua Senat UIN Imam Bonjol Padang, Prof Dr Syafrudin Nurdin.

Dalam sambutannya, Menag RI Fachrul Razi mengatakan, jabatan profesor merupakan jabatan yang dicita-citakan oleh para dosen, kehadiran professor di sebuah perguruan tinggi di jajaran Kementerian Agama sangat dinantikan. Untuk itu, hendaknya guru besar menjadi garda terdepan, dalam mengamalkan tri dharma perguruan tinggi, dan menjadikan dalam hal pendidik serta pengajar transformasi nilai.

“Orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi tidak terlibat dengan hal-hal yang tidak terpuji, seperti tindak pidana korupsi dan lainnya, karena harus menjadi agen of change dalam penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.” kata Fachrul Razi.

Sementara, Gubernur Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno, menyampaikan secara daring, merasa bangga walaupun Covid-19 tetap mengancam, tetapi pengukuhan guru besar tetap berjalan.

“Kita tetap produktif, tetap melaksanakan kegiatan  rutin termasuk pengukuhan ini, semoga Covid-19, segera berlalu dan kita hidup normal kembali,”pungkasnya.

Irwan Prayitno mengapresiasi atas bertambahnya guru besar di UIN IB Padang. Pasalnya, memberikan bantuan dan dukungan dalam pembangunan di Sumbar. Semoga kiprahnya akan semakin lebih baik dan mampu bersaing, dan semakin besar sumbangannya dalam pembangunan Sumbar ke depan, peranan alumni tentunya sangat diharapkan.

“Saya berharap, UIN semakin lebih hebat, semakin maju, dan alumninya semakin banyak berkiprah dan mapu bersaing. Pasalnya, Sumbar adalah negeri Adat Basandi Syara (ABS), Syara’ Basandi Kitabullah (SBK), maka hadirnya UIN untuk memperkuat ABS SBK,” tujar Irwan Prayitno.

Selain itu, Duta Besar Maroko, untuk Republik Indonesia yang diwakili, oleh  Mr Omar El Asli (Economic Counsellor).  Dalam prosesi tersebut dirinya, sangat senang, atas undangan tersebut. Dikatakannya, Eka Putra Wirman sebagai anak didik Universitas Qarawiyyin Maroko, yang merupakan universitas tertua di dunia, 100 tahun mendahului Universitas Al-Azhar.

“Pasalnya,  Eka Putra Wirman adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar  doktor dari Universitas Qarawiyyin Maroko dan alumni perguruan tinggi Maroko pertama dari Indonesia yang meraih gelar guru besar. Harapan kami, agar guru besar yang baru ini, dapat berkontribusi aktif dan positif bagi umat dan manusia,” ujarnya.

Seperti diketahui, Prof Eka Putra Wirman  merupakan alumni Pondok Moderen Darussalam Gontor-Jawa Timur dan menamatkan S1 dari Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Kemudian, S2 dan S3  Universitas Qarawiyyin Maroko, menyampaikan orasi ilmiahnya dalam bahasa Arab dan Indonesia.

Dalam pengukuhan guru besar, Prof Eka Putra Wirman menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Teologi Manusia Modern Menuju Ekuilibrium”. Ia membahas peran agama yang menjadi paling utama dan esensial saat sekarang. Agama hadir karena keyakinan manusia kepada Tuhan, sikap itu membuat manusia terhindar dari dahaga batin yang tidak berujung.

“Teologi pembebasan ataupun teologi rasionalisme tidak mampu menjadi obat bagi kegalauan manusia moderen, karena menyisakan ruang kosong yang mestinya diperuntukkan bagi Tuhan yang hadir membersama, bukan Tuhan yang absen mengisolasi. Manusia moderen membutuhkan kesejatiannya, dengan memposisikan rasio sebagai media penguat iman dan spritualitas. Manusia modern hanya kompatibel dengan teologi proporsionalisme Ahlussunnah yang mengapresiasi nalar dan iman secara proporsional,” kata Prof Eka Putra Warman.

Sementara itu, Prof Martin Kustati yang merupakan alumni S1 dan S2 dari IKIP, sedangkan S3 dari Uniersity Kebangsaan Malaysia menyampaikan orasinya, dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Acara pengukuhan dilanjutkan dengan penyerahan 546 eksempelar buku-buku tentang Lingkungan Hidup oleh Dr Raichul Amar, Dosen UIN IB (peraih Penghargaan Kalpataru) kepada Perpustakaan UIN IB dan penanaman Pohon Andalas (morus macroura) di komplek Kampus II Lubuk Lintah.

Kegiatan yang dihadiri secara virtual, oleh Duta Besar Maroko untuk Republik Indonesia yang diwakili oleh Mr. Omar El Asli (Economic Counsellor), Gubernur Sumbar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Propinsi Sumbar, Rektor Universitas Andalas (UNAND), pimpinan perguruan tinggi lainnya, Organisasi Internasional, Kapolda Sumbar dan para guru besar, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, para Dekan, dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan UIN IB Padang. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional