Close

Dra. Salmah Manunggal Bersama Rakyat, Pengusaha Wanita Sukses Ketua DPP PKP Sumbar 2021-2026

Dra. Salmah Ketua DPP PKP Sumbar bersama Mayjen Dr Yusuf Solichien Ketum DPN PKP.

PADANG, METRO–Setelah melalui ta­ha­pan Fit and Propertest, Dra. Salmah (54) akhir­nya ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Partai Keadilan dan Persatuan (DPP-PKP) Sumatera Barat untuk periode 2021 – 2026 oleh Dewan Pimpinan Nasional Partai Keadilan dan Persatuan (DPN PKP) di Jakarta pada Selasa (14/9).

Wanita pengu­saha yang aktif berorganisasi sejak di FKIP Unsyiah Banda Aceh tahun 1992 ini me­rupakan kader PKP dari awal partai ini berkiprah di Indonesia khu­sus­nya Sumatera Ba­rat.

“Alhamdulillah, ini adalah ama­nah yang di­be­rikan oleh PKP era baru dengan ketum yang baru. Insha Allah akan dijalankan dengan baik”, katanya.

Dijelaskan Salmah, kepengurusan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) sudah dilaksanakan dengan target capai 75 persen menuju 100 persen. Fit and Propertest terhadap ketua DPK-DPK juga dilaksanakan yang benar benar ingin memperkenalkan PKP era baru dan mem­be­sarkan partai.

DPP dan DPK PKP akan bekerjasama dan bekerja keras menunjukkan visi dan misi partai. kemudian akan memastikan kepengurusan DPP PKP Sumbar yang mau bekerja untuk membesarkan partai ditingkat propinsi. Berkolaborasi dengan kader-kader yang sudah terbentuk hingga tokoh-tokoh ma­sya­­ra­kat, membawa akademisi, alim ulama serta mahasiswa untuk bergabung dengan PKP era baru.

“PKP Sumbar benar be­nar ingin memperkenalkan PKP era baru, segala baru, dengan logo yang baru, dan motivasi baru dan benar benar dengan semangat baru. Kita minta agar masyarakat bahwa PKP baru ini akan lebih baik dari s­e­belumnya.Insha Allah di 2024 PKP bisa bersaing dengan partai partai lainnya”, terang Salmah.

Ia menghimbau kepada semua lapisan masya­rakat, baik yang millenial, ibuk-ibuk, bapak-bapak, om, tante dan semua keseluruhan elemen masya­rakat,  mari bergabung lah dengan PKP SUMBAR. Partai yg dulu bernama PKPI, sekarang menjadi PKP.

Diketahui bah­wa partai yang sebelumnya ber­nama PKPI ini sekarang kem­ba­li ke nama awal pen­diriannya di ta­hun 1999. Yaitu Par­tai Keadilan dan Persatuan (PKP). Pergantian nama dan kepengurusan PKP telah diputuskan da­lam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Ja­karta pada 25 Mei 2021. Forum pengambilan keputusan tertinggi di par­tai itu menetapkan sejumlah perubahan. Pertama, perubahan nama dan lambang par­tai yang diatur da­lam Anggaran Da­sar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Yussuf Solichien ter­pilih menjadi ketua umum (ketum) periode 2021-2026. Beliau adalah seorang yang pernah menjadi komandan pasukan khusus Detasemen Jalamangkara atau dikenal dengan nama Denjaka. Yussuf Solichien juga pernah menjadi Asisten Operasi Korps Marinir, Komandan Lantamal V Maluku/Irian Jaya, sam­pai dengan terakhir menjabat sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran TNI AL. Sedangkan untuk Sekretaris Jenderal PKP periode 2021-2026 dijabat oleh Said Sala­hudin.

“Ayo marilah kita yang menjadi jembatan baru buat energi yg baru, buat semangat yang baru, yang bersih jauh dari kemunafikan jauh dari kekotoran. Dan In Shaa Allah kita benar-benar bisa amanah untuk menyampaikan hati nurani rakyat”,ajak Salmah. (jes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top