Menu

Dr Andani: Meningkat, tapi Bukan Gelombang Kedua

  Dibaca : 195 kali
Dr Andani: Meningkat, tapi Bukan Gelombang Kedua
Dr dr Andani Eka Putra, Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand

PADANG, METRO
Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Dr dr Andani Eka Putra menyebutkan, ada kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 di Sumbar. Termasuk 40 kasus yang diumumkan pada Jumat (31/7).

“Namun kita tetap waspada dan tetap tracing (pelacakan) masif. Kita tidak perlu cemas berlebihan, karena 95 persen adalah tanpa gejala dan ringan,” ungkapnya menyikapi pertambahan harian tertinggi Covid-19 di Sumbar, kemarin.

Menurutnya, penemuan kasus positif sebanyak itu berdasarkan hasil tracing dan survailance (penelusuran). Jika tidak ditemukan, maka akan menjadi lebih berbahaya. “Ini bukan gelombang kedua atau gelombang lainnya, tapi bagian dari proses perkembangan virus yang terkait kejadian di luar Sumbar,” tegasnya di GWA Kawal Covid-19 Sumbar.

Dijelaskan Andani, sebagian besar kasus awal berasal dari luar Sumbar, seperti dari Medan, Jakarta, Surabaya, Palangkaraya dan lainnya. Oleh karena itu, perlu dukungan informasi dari wali nagari/lurah/RT/RW pada semua pendatang.

Selain itu, perlu peningkatan pemahaman terkait protokol Covid-19 yang harus dirancang mulai dari grup kecil masyarakat, seperti nagari. “Saat ini kami sedang membuat rancangan ini dengan buya Masoed Abidin (ulama Sumbar, red),” kata Direktur RS Unand ini.

Dia mengingatkan kepada semua pihak agar tidak saling menyalahkan karena ini tanggung jawab bersama. “Mari berlomba membuat sesuatu yang nyata dan konkret untuk pengendalian Covid-19. Salah satunya mencari solusi agar masyarakat patuh protokol Covid-19,” ingatnya.

Sumber penularan utama, kata Andani, adalah dalam keluarga, sehingga jika sayang keluarga, maka patuhi protokol covid saat di luar. Pola penularan lain saat makan bersama dengan teman, di kantor dan sebagainya.

“Sampai saat ini Sumbar masih terkendali (testing rate 1.2% dari jumlah penduduk, positivity rate 1.4%, kasus berat dirawat < 5%). Namun tidak ada jaminan ini akan bertahan terus. Mari kita kembangkan edukasi, tracing, testing, isolasi dan treatment,” tukasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional