Menu

DPRD Dukung Pemko Mulai PBM Tatap Muka

  Dibaca : 215 kali
DPRD Dukung Pemko Mulai PBM Tatap Muka
Armen Faidal

SUKARNOHATTA, METRO
Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Armen Faidal, mendukung langkah Pemko Payakumbuh untuk memulai kegiatan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di sekolah. Dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Kita mendukung langkah Pemerintah Kota untuk membuka kembali belajar tatap muka di sekolah-sekolah. Tetapi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat,” sebut Armen Faidal, usai mengikuti sidang Paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, di DPRD Payakumbuh, Jumat (14/8).

Menurutnya, Pemko pasti sudah melakukan kajian mendalam terkait bakal dibukanya kembali PBM tatap muka di sekolah. Terkait teknik dan inflementasinya di lapangan harus jelas sehingga anak-anak didik atau siswa tidak terdampak akibat wabah virus corona.

“Dan, saya rasa Pemko sudah melakukan kajian yang dalam terkait bakal dibukanya kembali PBM tatap muka di sekolah. Kita minta keselamatan kesehatan anak-anak harus jadi perhatian utama,” sebut tokoh muda Payakumbuh itu.

Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, Bakhrizal, menyebut saat ini daerah zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan untuk melakukan PBM tatap muka. Sehingga Kota Payakumbuh sudah diperbolehkan memulai PBM tatap muka.

“Pada saat ini daerah hijau dan kuning sudah boleh melakukan sekolah tatap muka dengan protokol yang ketat dan kajian mendalam. Salah satunya guru kita swab, dan murid kita akan lakukan sampil swab,” ucap Bakhrizal disela-sela menghadiri paripurna di DPRD.

Putra asal Agam yang terbilang sukses mengendalikan penularan wabah covid-19 di Payakumbuh, juga menyebut agar pelaksanaan PBM di sekolah tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Di samping itu juga harus dilakukan kebijakan teknis terkait pelaksanaan PBM seperti meniadakan jam istirahat, jam belajar diperpendek.

“Yang ditekankan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak. Dan sebagai langkah antisipasi agar anak-anak tidak berkumpul bisa saja nanti diatur teknis pelaksanaanya dengan salah satunya bisa meniadakan waktu jam istirahat. Kemudian bisa saja waktu belajar diperpendek,” sebut Bakhrizal.

Disampaikan, sebelum PBM dimulai seluruh guru dilakulan swab. Bahkan siswa juga akan dilakukan swab namun hanya sampel. Jumat (14/8) para guru mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA masih ada menjalani swab, termasuk guru MIN, MTsN dan MAN.

“Seluruh guru melakukan swab, dan masih berjalan sampai saat ini. Lebih dari 1600 guru kita swab. Dan nanti siswa akan kita swab secara sampel. Hingga saat ini yang sudah keluar hasil swabnya belum ada yang positif,” sebutnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional