Menu

Dor..! 4 Perampok Ditembak, 1 Tewas

  Dibaca : 1309 kali
Dor..! 4 Perampok Ditembak, 1 Tewas
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.
IMG-20160523-WA0004

Lima perampok dilumpuhkan aparat kepolisian di ruas jalan Paru, Sijunjung-Kamangbaru, Senin (23/5) pagi, setelah merampok pedagang emas keliling. Tembakan di bagian kaki menyebabkan perampok menyerah saat melawan dan berusaha kabur dari kepungan aparat.

SIJUNJUNG, METRO–Masyarakat diminta untuk lebih waspada, perampok makin meraja, mengambil harta serta tak segan untuk menghabisi nyawa korbannya.  Dor…dor… dor… dor… dor…dor… Suara tembakan menyalak di kawasan Paru, jalan umum Sijunjung-Kamangbaru, Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Senin (23/5). Lima pria tergeletak di tepi jalan. Satu orang tewas, dengan luka tembak di kepala.

Hari masih pagi, pukul 06.45 WIB. Suara desing peluru membuat sebagian warga di ruas jalan Paru, Sijunjung-Kamangbaru, buncah. Warga menyaksikan komplotan rampok terkapar dengan luka tembak di kaki.

”Ada suara tembakan dan membuat warga kaget. Saat dilihat, warga keluar ternyata ada beberapa pria sudah terkapar. Ada yang terluka di bagian kaki,” ungkap Samsuddin (30), Wali Nagari Sei Batuang, Kamangbaru.

Hal serupa juga disebut, Ilis (55), warga Padangtarok, Kecamatan Kamangbaru yang melihat sejumlah polisi berhasil melumpuhkan para perampok. Lima perampok dengan luka tembak di bagian kaki, kata Ilis diangkut ke dalam mobil pikap terbuka.

Kapolres Sijunjung AKBP Dodi Pribadi mengungkapkan, komplotan perampok ditembak karena melakukan perlawanan saat aparat melakukan penangkapan. Perampok ini diketahui merampas 209 gram atau 83,3 emas, serta uang tunai Rp13,4 juta milik pedagang emas keliling, Eprial (50), warga Nagari Kotobaru, Kecamatan IV Nagari.

”Ada enam orang pelaku, yakni Lesman Efendi (26), sopir, warga Palembayan, Agam. Kemudian, Yusri (48), debt colector, warga Lubukbegalung, Kota Padang, Januardi (27), warga Napar, Kota Payakumbuh dan Sawirhum Dt Basa (34), warga Tj Lolo, Kecamatan Tanjunggadang. Satu perampok tewas bernama Hen (33), warga Bukittinggi. Sedangkan, sedangkan sopir mobil, Jeki Arianto langsung menyerahkan diri kepada petugas,” jelas AKBP Dodi didampingi Kabag Ops Kompol Didik dan Kasat Reskrim Iptu Chairul Rida, saat memberi keterangan pers di Mapolres, Senin (23/5).

Dijelaskan, perampok berjumlah enam orang itu berhasil dilumpuhkan aparat satu jam usai merampok pedagang emas keliling, Eprial. Perampok terpaksa ditembak karena melarikan diri dengan cara keluar dari mobil yang mereka kendarai.

Berdasarkan informasi dari korban Eprial, sekitar pukul 06.00 WIB, ia bersama istrinya Usridawati (45) dengan menggunakan Avanza BA 1917 KN pergi berdagang emas ke Pasar Sungai Betung, Kecamatan Kamangbaru.

Sesampainya di simpang tiga Jorong Kampung Baru, Nagari Sijunjung menuju Aiaangek, korban curiga dan merasa diikuti mobil Suzuki Ertiga BA 1390 VA. Karena curiga diikuti, korban tidak membiarkan mobil pelaku mendahului mobilnya. Bahkan karena khawatir, korban sempat berhenti di kawasan ramai, sehingga mobil pelaku terus melaju melewati mobil korban.

Merasa sudah aman, lalu korban dan istrinya kembali melanjutkan perjalanan menuju Pasar Sungai Betung. Namun, sekitar pukul 06.45 WIB, ternyata para pelaku menunggu mobil korban di kawasan Gunung Pandak, Nagari Paru.

Untuk diketahui, kawasan Gunung Pandak ini dikenal lengang karena tidak ada rumah warga, hanya kawasan hutan dengan kondisi jalan aspal yang sempit.

Ditodong Pisau

Pelaku yang sudah merencanakan aksi tersebut langsung menghampiri mobil korban yang terpaksa berhenti dan menusuk ban mobil korban dengan sebilah pisau. Lalu pelaku mengambil kunci kontak mobil korban mengancam korban dengan sebilah pisau sambil meminta emas yang diletakkan korban dibawah jok mobil.

Tak terima dirampok, korban berusaha sekuat tenaga melawan pelaku dengan tangan kosong. Namun malang bagi korban, dirinya dikeroyok dan sempat mendapat pukulan dari tiga pelaku yang mengeroyoknya. Bahkan istri korban, Usridawati tidak bisa melawan karena dibekap pelaku lainnya.

Di saat korban tak bisa melawan lagi, perampok leluasa memeriksa mobil korban dan berhasil menemukan tas berisi 83,3 emas atau 209 gram emas dagangan korban yang berada di bawah jok mobil sebelah kanan bagian depan. Berhasil mendapat emas, para pelaku langsung kabur meninggalkan korban.

“Mobil saya dihentikan dan saya ditodong menggunakan pisau. Tapi, saya berusaha melawan dan dipukuli tiga pelaku. Sedangkan istri saya ditodong menggunakan pisau oleh pelaku lainnya,” jelas korban.

Awalnya, kata pedagang emas ini, perampok berniat melarikan melarikan mobilnya. Namun, mungkin karena saya melawan, mereka hanya mengambil emas dan uang, lalu langsung kabur,” ungkap korban kepada wartawan saat dimintai keterangan oleh polisi di Mapolres.
Setelah para pelaku kabur, korban berusaha minta pertolongan warga yang melewati lokasi. Tak beberapa menit berselang, salah seorang warga yang lewat membantu korban dengan  melaporkan kejadian ke Wali Nagari Paru. Dari sinlahi wali nagari dan warga saling berkoordinasi dan melaporkan ke Polsek Kamang Baru melalui telepon seluler.

Hanya beselang 30 menit setelah pedagang emas itu dirampok, atau sekitar pukul 07.15 wib, anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Sijunjung bersama anggota Polsek Kamang yang sudah disebar mengejar pelaku berhasil menemukan mobil para pelaku saat berusaha keluar menuju jalan lintas sumatera di Kecamatan Kamang Baru.

Para pelaku yang merasa aksinya sudah diketahui polisi berusaha kabur dan menghindari kejaran polisi. Tak mau kehilangan jejak, petugas yang telah bersiaga melepaskan tembakan peringatan. Namun para pelaku terus berupaya kabur, malah berusaha menabrak mobil petugas.

Tabrak Mobil Petugas

Melihat gelagat nekat para pelaku, petugas melepaskan tembakan ke arah mobil pelaku dan mengenai bagian kepala salah seorang pelaku yang bernama Hen (33), warga Bukittinggi. Pelaku akhirnya tewas di lokasi.

Sementara lima pelaku lainnya, Januardi, Sawirman, Jeki Arianto, Yasri, Lesman Efendi, berhasil diamankan setelah empat pelaku ditembak. Sedangkan Jeki Arianto, sopir mobil, menyerahkan diri kepada petugas.

”Empat pelaku dibawa ke RSUD Sijunjung untuk perawatan mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di kaki dan pahanya,” jelas Kapolres.

Dijelaskan kapolres, komplotan perampok diketahui sudah merencanakan aksinya sejak berangkat dari Payakumbuh, Senin (23/5) pukul 02.00 WIB. Setibanya di Sijunjung, para pelaku yang sudah memperkirakan langkah korban menunggu di Simpang Tiga Sijunjung, karena korban akan melewati simpang tersebut saat menuju pasar Sungai Betung.

Sementara itu, salah seorang pelaku bernama Jeki Arianto, diketahui terdaftar sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus penganiayaan. Para pelaku juga membawa senjata kejut dengan daya sentrum 3800 kVolt.

”Pelaku akan dikenai pasal tentang kepemilikan senjata berbahaya dengan ancaman 15 tahun penjara.  Pelaku dijerat pasal 365 ayat 2 angka 2e tentang pencurian dengan kekerasan. Hingga kini, kami masih meminta keterangan pelaku, Jeki,” ungkap Kapolres, mengingatkan warga agar selalu berhati-hati saat membawa barang berharga di perjalanan. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional