Close

Dongkrak Potensi Daerah, Kemendes PDTT Siapkan Aplikasi Desa Wisata

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar.

JAKARTA, METRO–Akselerasi pemba­ngu­nan dan upaya mendong­krak pendapatan serta ke­sejahteraan masya­rakat desa, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) semakin menggalakkan program-program unggulannya.

Selain gencar menyosialisasikan program Ba­dan Usaha Milik Desa (BUM­Desa) dan BUMDes bersama, juga program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan, Kemendesa PDTT juga serius melihat sektor wisata sebagai ke­sempatan yang menjanjikan.

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar mene­rang­kan, program Desa Wisata juga harus dimanfaatkan dengan serius sebagai sumber ekonomi warga di daerah tertinggal. Dalam realisasi program tersebut, Kemendesa PDTT juga me­nyiapkan aplikasi desa wisata untuk memuda­hkan promosi maupun layanan bagi calon wisa­ta­wan.

“Selain program seperti BUMDesa dan Desa Peternakan Terpadu Berke­lanjutan, sektor wisata ju­ga perlu kita lihat dengan serius sebagai potensi sumber pendapatan bagi masyarakat di sekitar dae­rah wisata,” ujarnya,Kamis (11/11).

Dirinya melanjutkan, Desa Wisata Indonesia sangat potensial menjadi pengungkit perekonomian warga yang terpukul khu­susnya akibat pandemi Covid-19. Untuk aplikasi Desa Wisata Indonesia yang sedang disiapkan, dia meyakini kalau platform daring ini bisa sangat mem­bantu calon pelancong.

Nantinya, setiap desa-desa yang punya potensi wisata akan didata oleh Kemendesa PDTT. Setiap objek wisata dan potensi didalamnya juga akan dilakukan kurasi dan endorsement oleh Kemendesa PDTT.

“Insya Allah aplikasi Desa Wisata Indonesia akan hadir di pekan keempat bulan November 2021. Aplikasi ini akan langsung tersedia buat platform Android dan iOS,” terang Gus Halim.

Adapun desa wisata yang akan dipromosikan merupakan desa yang masuk ke dalam program BU­MDesa dan BUMDesa Bersama termasuk yang bekerja sama dengan pihak ketiga.

Jenis-jenis wisata, harga tiket masuk dan harga fasilitas lainnya juga dikatakan akan hadir di aplikasi Desa Wisata Indonesia untuk memudahkan calon wisatawan. Termasuk di dalam aplikasi tersebut juga akan menerangkan jam buka tempat wisata di desa tertentu yang dipilih calon wisatawan.

Opsi pemesanan tiket secara daring dari aplikasi Desa Wisata Indonesia juga nantinya akan tersedia. Sebagai pelengkap, informasi yang tersedia juga akan menampilkan ke­ter­sediaan tempat parkir, penginapan dan area wisata kuliner di sekitar tempat wisata.

Karena itu, desa-desa wisata hendaknya mempersiapkan diri, untuk me­ngisi media promosi ini dengan baik dan semenarik mungkin. Dengan demikian, melalui aplikasi desa wisata tersebut, akan mudah bagi calon pengunjung dalam memilih tujuan liburannya,” tandas­nya. (jpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top