Menu

Dokter SPH Sebut Virus Corona Mati Sendiri, DKK Padang: Hindari Kontak Langsung dengan Ternak

  Dibaca : 406 kali
Dokter SPH Sebut Virus Corona Mati Sendiri, DKK Padang: Hindari Kontak Langsung dengan Ternak
Semen Padang Hospital

PADANG, METRO
Mengantisipasi wabah virus corona (Covid-19), PT Semen Padang pada Kamis (5/3) menggelar seminar kesehatan di Gedung Serba Guna Semen Padang. Diikuti ratusan karyawan Semen Padang, anak perusahaan dan lembaga penunjang, dan ibu-ibu dari jajaran Forum Komunikasi Istri Karyawan.

Dihadirkan dua narasumber, dr Gentina, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Padang dengan materi Informasi Terkini tentang Penyakit Corona Virus, Perkembangan dan Pencegahannya. Selanjutnya Kol CKM (Purn) dr Farhaan Abdullah, SPTHT KL (Direktur Semen Padang Hospital) dengan materi Kesiapsiagaan Karyawan Menghadapi Virus Corona.

Dokter Gentina dalam paparannya menyampaikan, bahwa Covid-19 adalah jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia).

Penelitian menyebutkan, SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. “Virus ini memiliki masa inkubasi dua hari hingga 14 hari, dengan tanda dan gejala seperti, ISPA ringan sampai berat bahkan sampai terjadi Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak nafas,” katanya.

Pada kasus yang berat, sebutnya, dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Menurut Gentina, penularan manusia ke manusia terjadi melalui, droplet sewaktu batuk atau bersin dan kontak dan benda yang terkontaminasi.

“Untuk mencegah terjadinya corona dapat dilakukan melalui, cuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak dan hewan liar,” katanya.

Kemudian, sebutnya, menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin serta menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) saat berada di fasilitas kesehatan terutama unit gawat darurat.

Farhaan Abdullah menegaskan, tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona. Umumnya pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona, seperti, minum obat untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk. “Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk pada anak di bawah empat tahun,” katanya.

Dia menambahkan, untuk membantu meredakan sakit tenggorokan dan batuk agar digunakan pelembap ruangan atau mandi air panas. Kemudian perbanyak istirahat, perbanyak asupan cairan tubuh. “Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan kesehatan terdekat,” ingatnya.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi, kataya, dengan mencuci tangan secara teratur, menerapkan etika batuk dan bersin, memasak daging dan telur sampai matang. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Panitia seminar kesehatan, Nurwan mengatakan, seminar ini diadakan untuk memberikan sosialisasi kepada keluarga besar Semen Padang Group. “Dengan mendapatkan informasi yang tepat tentang virus corona, dari sumber yang tepat, keluarga besar Semen Padang Group lebih siap dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona,” kata Staff Safety & Health Semen Padang itu. (ren)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional