Close

Dokter Dian Kunjungi Anak-anak PAUD

BERSAMA MURID PAUD— Ketua TP PKK Padang Panjang dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP saat menyalami dengan kasihsayang satu persatu murid PAUD.

PADANG PANJANG, METRO–Ketua TP PKK Padang Panjang dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP kembali turun lapangan mengunjungi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang ada di Kota Padang Panjang. Kali ini bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dokter Dian berkesempatan untuk mengunjungi PAUD Puti Bungsu dan Posyandu Per­mata Bunda di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Padang Panjang Timur, Rabu (14/9).

Pada kesempatan tersebut, selain bertemu dan bermain dengan anak-anak PAUD yang begitu gembira me­nyam­butnya, Dian juga memberikan sosialisasi stunting bagi guru PAUD dan kader PKK yang ada di kelurahan tersebut, serta para orang tua murid untuk bersama-sama melakukan pen­cegah dalam permasalahan stunting.

Dikatakan Dian, stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak lima tahun (balita). Keku­rangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan, hingga usia dua tahun. Secara fisik, balita stunting memiliki tinggi badan di bawah standar pertumbuhan anak normal seusianya.

Pelayanan penurunan angka stunting, lanjut Dian, telah dilakukan pemerintah pusat dan daerah melalui beberapa aksi dan program yang me­libatkan beberapa kementerian. Salah satunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan lembaga terkait lain­nya meliputi pelayanan perbekalan edukasi stunting. “Adapun upaya-upaya dalam penanggulangan/pencegahan stunting di lingkup PAUD yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas PAUD dengan program dalam pen­cegahan stunting,” sebut Bunda PAUD Padang Panjang itu.

Lebih lanjut, Dian mengatakan, bahaya stunting adalah permasalahan seumur hidup. Jika anak mengalaminya, selain mendapat kendala pertumbuhan fisik, juga akan mengalami kendala kemampuan otak. “Sangat disayangkan saat ini masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa pertumbuhan anak hanya dipengaruhi faktor keturunan. Padahal faktanya tidak demikian. Faktor keturunan itu hanya berpengaruh sete­lah usia lima tahun, sedangkan potensi stunting sudah muncul sejak 1.000 hari pertama kehidupan sampai usia anak 2 tahun. Untuk itu perlu kiranya para o­rang tua memperhatikan gizi untuk tumbuh kembang anak kita,” ujarnya. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top