Menu

Dodi Hendra Polisikan Epyardi Asda, Satake Bayu: Sedang Diproses Penyidik

  Dibaca : 413 kali
Dodi Hendra Polisikan Epyardi Asda, Satake Bayu: Sedang Diproses Penyidik
Kombes Pol Satake Bayu (Kabid Humas Polda Sumbar)

PADANG, METRO–Laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra terhadap Bupati Solok Epyardi Asda terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik, hingga saat ini masih diproses oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar.

“Penyidik masih men­dalami materi pengaduan Dodi Hendra. Intinya masih terus berproses dengan mengumpulkan bukti-bukti dan memintai keterangan dari saksi-saksi,” kata Ka­bid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu, Minggu (18/7).

Terkait kapan terlapor Epyardi Asda dipanggil untuk dimintai klarifikasi, Kombes Pol Satake Bayu mengaku pihaknya belum bisa memastikan. Namun, untuk pemanggilan terha­dap saksi terlapor sudah pasti akan dilakukan untuk kepentingan penanganan sebuah perkara.

“Kalau waktu pemang­gilan kita belum bisa me­mastikan, karena penga­duannya kan baru kita teri­ma. Tentu ada prosesnya. Besok (hari ini-red) saya tanyakan lagi penyidik. Informasi selanjutnya akan saya sampaikan nan­ti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DP­RD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran na­ma baik, terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pence­maran nama baik pada Jumat (9/7) sore.

Dodi Hendra melapor ke Polda Sumbar lantaran merasa tidak terima atas postingan Epyardi Asda di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah pos­tingan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hen­dra saat dijumpai di Ma­polda Sumbar.

Terkait pelaporan yang dilakukan dirinya ke Polda Sumbar terhadap Bupati Solok, Dodi Hendra meng­ungkapkan, yang dilapor­kannya khusus menyang­kut nama pribadinya

“Postingan itu disebar hari jumat tanggal 2 Juli 2021 dan saya baru tahu setelah dua hari postingan itu disebar karena banyak yang nelpon ke saya,” ung­kap Dodi Hendra.

Ditambahkan Dodi Hen­dra, atas postingan itu, ke­luar­ganya menjadi down dan mentalnya menjadi tidak bagus. Namun, tekait bentuk pencemaran nama baik, Dodi Hendra belum bisa men­jelaskannya se­cara rinci.

“Untuk lebih spesifik­nya sama pengacara saya saja. Yang penting saya ingin menyampaikan, saya selalu dizalimi, banyak hal, saya juga dikriminalisasi, bermacam-macam cara dia. Hari inilah saatnya saya bicara,” ungkap Dodi.

Sementara, Yuta, pe­ngacara Dodi Hendra usai pelaporan mengatakan, laporan tersebut adalah laporan pribadi dari Dodi Hendra bukan lembaga tempatnya bekerja.

“Laporan tersebut ada­lah tentang pencemaran nama baik via video yang beredar di media sosial. Usai laporan ini, kita tunggu putusan penyidik apakah memenuhi kriteria atau tidak,” sebut Yuta.

Sementara, Kabid Hu­mas Polda Sumbar, Kom­bes Pol Satake Bayu mem­benarkan tentang laporan tersebut. Setelah laporan dibuat, pihaknya pun akan mengumpulkan ketera­ngan dan melakukan pe­nyelidikan.

“Setiap laporan yang masuk, tentunya penyidik akan segera memproses­nya. Saat ini tentu masih dalam proses ,” tutup Kom­bes Pol Satake. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional