Menu

Dodi Hendra Polisikan Epyardi Asda, Polda Sumbar sudah Periksa 2 Saksi

  Dibaca : 248 kali
Dodi Hendra Polisikan Epyardi Asda, Polda Sumbar sudah Periksa 2 Saksi
Kombes Pol Satake Bayu (Kabid Humas Polda Sumbar)

PADANG, METRO–Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sum­bar masih terus melakukan penyeli­dikan tekait kaporan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hen­dra terhadap Bupati Solok Epyardi Asda terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran na­ma baik. Bahkan, Polisi sudah melakukan peme­rik­saan terhadap dua orang saksi.

Kabid Humas Polda Sum­bar, Kombes Pol Sa­take Bayu Setianto menga­takan, terkait laporan Dodi Hendra terhadap Epyardi Asda saat ini masih ber­proses di Polda Sumbar. Sejauh ini, dalam proses penyelidikan, penyidik su­dah memintai keterangan dari dua orang saksi ter­masuk pelapor dan saksi ahli.

“Saat ini perkara ter­sebut masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik ma­sih terus be­kerja untuk melakukan pe­meriksaan terhadap saksi-saksi lain­nya. Terkait kapan pe­ma­ng­gilan Bupati Solok Epyardi Asda, belum bisa dipastikan jadwalnya,” je­las Kabid Humas, Jumat (30/7) sore.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda ke Direktorat Kriminal Khu­­­sus (Ditreskrimsus) Pol­da Sumbar terkait du­gaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik pada Jumat (9/7) sore.

Dodi Hendra melapor lantaran merasa tidak te­rima atas postingan Epyar­di Asda di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah pos­tingan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hen­dra saat dijumpai di Ma­polda Sumbar.

Terkait pelaporan yang dilakukan dirinya ke Polda Sumbar terhadap Bupati Solok, Dodi Hendra meng­ungkapkan, yang dilapor­kan­nya khusus menyang­kut nama pribadinya

“Postingan itu disebar hari jumat tanggal 2 Juli 2021 dan saya baru tahu setelah dua hari postingan itu disebar karena banyak yang nelpon ke saya,” ung­kap Dodi Hendra.

Ditambahkan Dodi Hen­dra, atas postingan itu, ke­luarganya menjadi down dan mentalnya menjadi tidak bagus. Namun, tekait bentuk pencemaran nama baik, Dodi Hendra belum bisa menjelaskannya seca­ra rinci.

“Untuk lebih spesi­fik­nya sama pengacara saya saja. Yang penting saya ingin menyampaikan, saya selalu dizalimi, banyak hal, saya juga dikriminalisasi, bermacam-macam cara dia. Hari inilah saatnya saya bicara,” ungkap Dodi.

Sementara, Yuta, pe­nga­cara Dodi Hendra usai pelaporan mengatakan, laporan tersebut adalah laporan pribadi dari Dodi Hendra bukan lembaga tempatnya bekerja.

“Laporan tersebut ada­lah tentang pencemaran nama baik via video yang beredar di media sosial. Usai laporan ini, kita tunggu putusan penyidik apakah memenuhi kriteria atau tidak,” sebut Yuta. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional