Menu

Dodi Hendra Polisikan Bupati Solok, Polda Sumbar: Penyidik terus Periksa Saksi-saksi

  Dibaca : 135 kali
Dodi Hendra Polisikan Bupati Solok, Polda Sumbar: Penyidik terus Periksa Saksi-saksi
Kombes Pol Satake Bayu Setianto Kabid Humas Polda Sumbar.

PADANG, METRO–Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit­res­krimsus) Polda Sumbar masih terus memproses laporan Ketua DPRD Ka­bupaten Solok, Dodi Hen­dra terhadap Bupati So­lok Epyardi Asda terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran na­ma baik.

Selasa (31/8), penyidik Ditreskrimsus Polda Sumbar dikabarkan kembali melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Saat ini, sudah beberapa orang saksi yang sudah diperiksa di antaranya, merupakan admin dari Grup WhatsApp (WAG) Tukang Ota Paten Top 100.

Kabid Humas Polda Sum­bar, Kombes Pol Sa­take Bayu Setianto menga­takan, terkait laporan Dodi Hendra terhadap Epyardi Asda masih terus diproses penyidik. Bahkan, penyidik masih akan terus memintai keterangan saksi-saksi ter­kait laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok tersebut.

“Hari ini (kemarin-red) memang ada pemeriksaan saksi lagi. Tapi saya belum tahu siapa yang diperiksa. Yang jelas, sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu saat dikonformasi wartawan, Selasa (31/8).

Dijelaskan Kombes Pol Satake Bayu, dalam proses penyelidikan, penyidik su­dah memintai keterangan dari dua orang saksi ter­masuk pelapor dan saksi ahli. Selain itu, penyidik juga memintai keterangan dari admin WAG yaitu Jasman Rizal dan Khairul Jasmi.

“Dalam hal ini yang dilaporkan Dodi Hendra kan Bupati Solok. Untuk pemanggilannya juga ada prosesnya. Sudah pasti akan dipanggil juga untuk dimintai keterangan dan klaridfikasi. Hanya saja jadwal pemanggilannya belum pasti kapan. Nanti kalau jadwalnya sudah ada, saya informasikan lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DP­RD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda ke Di­rektorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sum­­bar terkait dugaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik pada Jumat sore (9/7).

Dodi Hendra melapor lantaran merasa tidak teri­ma atas postingan Epyardi Asda di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah pos­tingan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hen­dra saat dijumpai di Ma­polda Sumbar.

Terkait pelaporan yang dilakukan dirinya ke Polda Sumbar terhadap Bupati Solok, Dodi Hendra meng­ungkapkan, yang dilapor­kannya khusus menyang­kut nama pribadinya

“Postingan itu disebar hari jumat tanggal 2 Juli 2021 dan saya baru tahu setelah dua hari postingan itu disebar karena banyak yang nelpon ke saya,” ung­kap Dodi Hendra.

Ditambahkan Dodi Hen­dra, atas postingan itu, ke­luarganya menjadi down dan mentalnya menjadi tidak bagus. Namun, tekait bentuk pencemaran nama baik, Do­di Hendra belum bisa men­jelaskannya seca­ra rinci.

“Untuk lebih spesi­fik­nya sama pengacara saya saja. Yang penting saya ingin menyampaikan, saya selalu dizalimi, banyak hal, saya juga dikriminalisasi, bermacam-macam cara dia. Hari inilah saatnya saya bicara,” ungkap Dodi.

Sementara, Yuta, pe­nga­cara Dodi Hendra usai pelaporan mengatakan, laporan tersebut adalah laporan pribadi dari Dodi Hendra bukan lembaga tempatnya bekerja.

“Laporan tersebut ada­lah tentang pencemaran nama baik via video yang beredar di media sosial. Usai laporan ini, kita tunggu putusan penyidik apakah memenuhi kriteria atau tidak,” sebut Yuta. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional