Menu

DLH Terima 3 Video Pembuang Sampah Sembarangan di Kota Padang, Mairizon: Bisa Dikenakan Sanksi Tipiring

  Dibaca : 85 kali
DLH Terima 3 Video Pembuang Sampah Sembarangan di Kota Padang, Mairizon: Bisa Dikenakan Sanksi Tipiring
Mairizon Kepala DLH Kota Padang.

AIAPACAH, METRO–Dinas Lingkungan Hi­dup (DLH) Kota Padang, telah menerima tiga video tentang pembuangan sam­pah sembarangan hasil kiriman dari masyarakat. Saat ini DLH Kota Padang sedang melakukan pe­ngum­pulan bahan, dan ke­­terangan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah ada masuk tiga video sejak kita umumkan ada pemberian insentif bagi pengirim video pem­buangan sampah semba­rangan,” kata Kepala DLH Kota Padang Mairizon, Ra­bu (16/6).

Menurut Mairizon, sete­lah video diterima selan­jut­nya DLH melakukan verifikasi data guna mengecek dan me­masti­kan siapa pelakunya. Apa­bila sudah lengkap, baru dibuat berita acara untuk kemudian dikirimkan ke Satpol PP dan diajukan ke Pengadilan guna disidang sebagai kasus tindak pi­dana ringan (tipiring).

“Nantinya pelaku yang membuang sampah sem­barangan dapat dipidana kurungan penjara paling lama tiga bulan atau denda Rp5 juta, sesuai dengan Per­da Nomor 21 tahun 2012. Setelah sidang tipi­ring selesai maka video ter­sebut akan diviralkan se­bagai pelajaran bagi siapa saja agar tidak membuang sampah sembarangan di Kota Padang,” tegasnya.

Di sisi lain, Mairizon mengungkapkan, kalau belum keluar hasil persi­dangan kita tidak boleh menyebarkan videonya. “Karena dapat terjerat UU ITE,” ungkapnya.

Ia menuturkan, bagi masyarakat yang mengi­rimkan video pembuangan sam­pah sembarangan akan mendapatkan insentif sebesar Rp100 ribu.

Mairizon mengakui da­lam mengelola persoalan sampah di kota Padang butuh tindakan represif dan preventif.

Selain itu, tindakan pre­ventif dimulai dari hulu dan pihaknya telah me­narget­kan seluruh kelurahan di Padang memiliki bank sam­­pah sehingga volume bisa berkurang dan ada proses pemilihan. Se­men­tara untuk kebijakan re­presif berupa pemberian sanksi kepada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Kami meyakini tidak akan ada yang mereka­yasa untuk mendapatkan insentif Rp100 ribu. Sebab sangsi yang akan dida­patkan jauh lebih berat apa­bila sudah disi­dang­kan,” sebutnya.

Untuk mencegah dan pemberitahuan DLH Pa­dang juga telah memasang papan informasi larangan dan ancaman sanksi pi­dana yang ditempatkan pada beberapa titik di median jalan Bypass. “Hal itu dilakukan agar kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di median jalan dan membuang sampah pada tempat,” katanya.

Mairizon menjelaskan, untuk memudahkan ma­sya­rakat mencari lokasi titik kontainer/TPS, kini di Google Maps telah ada lokasi titik kontainer/TPS.

“Silahkan diketik pada searching google maps dengan kata kunci titik kontainer, maka akan dite­mukan lokasi titik kontainer TPS terdekat,” pungkas­nya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional