Close

DLH Padang-Unand Uji Kualitas Tanah di 6 Lokasi

UJI KUALITAS TANAH— Kepala DLH Kota Padang Mairizon melakukan pengambilan sampel tanah di 6 lokasi, bekerjasama dengan Universitas Andalas, Kamis (19/1).

AIE PACAH, METRO–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang bekerjasama dengan Universitas Andalas mela­kukan pengambilan sampel tanah di 6 lokasi di Kota Padang, Kamis (19/1). Adapun 6 lokasi tersebut yakni Kelurahan Air Pacah, Kelu­ra­han Kurao Pagang, Kelu­ra­han Teluk Kabung Utara, Ke­lurahan Bungus Barat, Kelurahan Kampung Jua Nan XX dan Kelurahan Batuang Taba Nan XX.

Kepala DLH Kota Padang Mairizon mengatakan tujuan pengambilan sampel tanah ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi tanah di lokasi sampling, apakah bisa dipergunakan sebagai lahan pertanian atau tidak.

Jika berdasarkan hasil uji labor nantinya didapatkan bahwa lokasi tersebut masih bagus sebagai lahan pertanian, maka diperlukan kebijakan/arahan dari Pemko Padang untuk melindungi lokasi tersebut.

“Dan jika sebaliknya, bisa menjadi dasar untuk pengusulan perubahan tata ruang di lokasi dimaksud,” jelasnya.

Selain itu, data yang didapatkan dari sampling tanah ini akan menjadi salah satu komponen dari indeks kualitas lingkungan untuk tutupan lahan (IKTL).

Nilai IKTL ini akan berpengaruh terhadap nilai Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) yang menjadi acuan dalam setiap penilaian kualitas ling­kungan di kota/ kabupaten/provinsi.

Ditinjau dari sisi ling­kungan hidup, kondisi ta­nah sangat besar pengaruhnya untuk kualitas lingkungan. Tanah dapat menjadi filer alami untuk ketersediaan air bersih dan mendukung tanaman di atasnya dalam penyerapan karbon di udara.

Jika kondisi tanah rusak, maka kemampuannya akan berkurang sehingga dikhawatirkan ketersediaan air bersih akan menurun dan penyerapan karbon akan berkurang yang dapat meningkatkan potensi terjadinya efek rumah kaca di Kota Padang.

Adapun beberapa parameter yang diamati dan dilakukan pengujian di laboratorium berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 150 Tahun 2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa, yaitu ketebalan solum, kebatuan permukaan (%), pH (derajat keasaman), daya hantar listrik, komposisi fraksi pasir / tekstur 3 fraksi (%), berat isi per berat volume, porositas total, permeabilitas, redoks, dan jumlah mikroba tanah serta unsur hara tanah yang diwakili oleh parameter Nitrogen, Kalium dan Fosil. (ade/rel)  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top