Menu

DKP Sumbar Peringati Hari Nusantara, Laut jadi Pemersatu Bangsa

  Dibaca : 188 kali
DKP Sumbar Peringati Hari Nusantara, Laut jadi Pemersatu Bangsa
SERAHKAN PENGHARGAAN—Kepala DKP Provinsi Sumbar, Yosmeri menyerahkan penghargaan dari Gubernur Sumbar kepada 12 pelaku usaha perikanan dan lembaga pemerintahan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, pada peringatan Hari Nusantara ke-20.

PADANG, METRO
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, masing-masing pulau di Indonesia dipisahkan oleh laut. Meski demikian, laut dan pulau-pulau itu menjadi satu kesatuan wilayah NKRI yang utuh, dan berdaulat. Karena itu, peringatan Hari Nusantara setiap tahunnya, menjadi sangat penting dan memiliki makna mendalam untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumbar, Yosmeri, saat menjadi Inspektur Upacara Peringataan Hari Nusantara ke-20 di halaman kantor DKP Provinsi Sumbar, Senin (21/12).

Peringatan Hari Nusantara tahun ini mengusung tema “Penguatan Budaya Bahari Demi Peningkatan Ekonomi Era Digital” dan dihadiri jajaran DKP Provinsi Sumbar serta para Kepala UPT lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Dijelaskan, sejarah Hari Nuantara dimulai dengan deklarasi Perdana Menteri Indonesia Djuanda Kartawidjaya, pada 13 Desember 1957 mengenai batas laut Indonesia yang kemudian dikenal dengan Deklarasi Djuanda.

“Saat deklarasi kemerdekaan RI, kawasan perairan Indonesia masih didasarkan produk hukum Hindia Belanda. Di mana batas territorial laut Indonesia hanya 3 mil dari garis pantai,” katanya.

Kehadiran perairan internasional di antara pulau-pulau menjadi pemisah Indonesia dan mengancam keamanan dan keutuhan Negara Indonesia. Karena di antara pulau-pulau ada laut internasional. Dengan Deklarasi Djuanda, wilayah laut Indonesia yang semula 1 juta kilometer persegi menjadi 3,1 juta kilometer persegi.

“Melalui UNCLOS 1982, kawasan Indonesia bertambah menjadi 5,8 juta kilometer persegi yang terdiri dari laut territorial dan perairan pedalaman seluas 3,1 juta kilometer persegi dan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) seluas 2 juta kilometer persegi,” jelas Yosmeri.

Yosmeri juga mengutip sambutan Presiden RI, Joko Widodo yang menyatakan, ada tiga potensi dasar yang bisa dikembangkan sebagai basis pembangunan ekonomi maritim. Yakni, potensi wisata bahari, perikanan, dan perhubungan.

Semua komponen bangsa harus terlibat dalam pengembangan potensi ini sehingga pembangunan ekonomi bisa dilakukan secara terintegrasi. “Ekonomi yang lebih terintegrasi akan makin meneguhkan dan mengukuhkan ikatan bangsa sebagai NKRI,” katanya.

Di era industri 4.0, teknologi menjadi basis bagi kehidupan manusia yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Termasuk untuk menggerakkan perekonomian. Sebagai negara kepulauan, laut harus menjadi pemersatu bangsa.

“Laut harus menjadi samudera kesejahteraan. Laut harus menjadi samudera perdamaian. Laut adalah masa depan. Our ocean, our future. Our ocean, our legacy,” lanjutnya.

Usai upacara, juga diserahkan penghargaan dari Gubernur Sumbar sebagai apresiasi dan motivasi bagi 12 pelaku usaha perikanan dan lembaga pemerintahan yang telah berjuangdalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan sesuai dengan bidangnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional