Close

DKP Sumbar: Februari 2023 Dilarang Tangkap Ikan Bilih Pakai Bagan

DILARANG— Sejumlah nelayan masih memakai bagan apung untuk menangkap ikan bilih, namun Februari 2023 nanti, ada pelarangan dari pihak DKP Sumbar untuk penangkapan ikan bilih memakai bagan apung.

PADANG, METRO–Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Barat menegaskan penangkapan ikan bilih menggunakan bagan apung di Danau Singkarak akan dilarang sepenuhnya pada Februari 2023. “Kita telah beberapakali mensosialisasikan dan bertemu dengan masya­rakat yang menggunakan bagan di selingkar Danau Singkarak. Hal itu telah di­sepakati,” kata Kepala DKP Sumbar, Desniarti di Pa­dang.

Ia mengatakan pe­nang­kapan ikan bilih yang merupakan endemik Da­nau Singkarak menggu­nakan bagan membuat po­pulasi menjadi berkurang signifikan.

“Bagan apung itu meng­gunakan jaring ukuran kecil sehingga semua ikan baik besar maupun kecil terja­ring sehingga ekosistem terganggu,” katanya.

Ia menyebut ikan bilih merupakan endemik Da­nau Singkarak yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Pernah dibudidaya di Danau Toba namun se­karang juga sudah pu­nah.

“Kalau ikan ini punah, akan sangat merugikan tidak saja bagi kekayaan hayati Sumbar, juga me­rugi­kan ribuan masyarakat sekitar yang menggantungkan perekonomian da­ri ikan khas terse­but, ”katanya.

Menurutnya polemik penggunaan bagan apung itu sudah cukup lama terjadi. Pemerintah Kabupa­ten Solok dan Kabupaten Tanah Datar tempat danau itu berada sudah beberapakali mencoba menertibkan namun selalu gagal karena penolakan masya­rakat.

Pemerintah Provinsi Sumbar ikut terlibat dalam polemik tersebut karena Danau Singkarak menjadi salah satu Danau Prioritas berdasarkan Perpres No 60 tahun 2021.

“Kita sudah turun bersama Pemkab, bertemu dengan masyarakat. Ke­sepakatan waktu penggunaan bagan apung hingga Februari 2023 menjadi batas terakhir. Lewat dari itu kita angkat,” kata Des­niarti.

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) adalah sejenis ikan air tawar ang­gota suku Cyprinidae yang hidup di Danau Sing­karak, Sumbar. Ikan ini menjadi salah satu kuliner dan oleh-oleh khas jika berkunjung ke tepian danau yang mem­bentang di Kabupaten Solok dan Ka­bupaten Ta­nah Datar. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top