Menu

DKK Temui Banyak Kasus Ngelem, Pelaku Ada yang Dirawat di RSJ

  Dibaca : 670 kali
DKK Temui Banyak Kasus Ngelem, Pelaku Ada yang Dirawat di RSJ
TRUK PARKIR—Truk-truk terlihat berjejer parkir di pinggir Jalan Bypass pada Selasa (16/10). Truk yang parkir itu, tidak hanya di sisi kiri saja, namun juga di sisi kanan Jalan Bypass.

AIA PACAH, METRO – Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, dr Feri Mulyani mengakui kasus ngelem dikalangan anak sekolah memang cukup banyak. Bahkan pelakunya ada yang sudah gila dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“Petugas Puskesmas kita sebelumnya telah melakukan survei ke masyarakat. Korban ngelem ini cukup banyak. Ada yang sudah dirawat di RSJ karena sudah mengalami kegilaan,” ungkap Feri Mulyani kemarin.

Ia mengatakan, lem tidak termasuk golong narkotika. Tapi efeknya lebih berbahaya daripada narkoba karena merusak otak. Pada tahap awal menghisap lem, pelaku akan cenderung suka berhalusinasi, merasa percaya diri dan berani.

“Karena efek itu mereka bisa saja melakukan berbagai kejahatan atau melukai diri sendiri karena sistem di otak tidak lagi terkontrol. Seperti mencopet dan sebagainya. Kalau sudah ngelem itu, yang lapar bisa merasa kenyang, suka berhalusinasi. Mereka makin beringas,” Feri.

Feri menjelaskan, korban ngelem cenderung banyak karena harganya murah. Dan bisa menimbulkan efek halusinasi yang sama seperti narkoba. Menurutnya, peran orang tua sangat besar untuk bisa mengatasi kecanduan ngelem pada anak. Sehingga korban ngelem ini bisa berkurang.

“Kalau baru sekedar ngelem masih bisa dilarang. Tapi kalau sudah kecanduan dan merusak otak, harus diobati di rumah sakit jiwa,” katanya.

Dikatakannya, saat ini Dinkes Padang belum turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi karena lem tidak termasuk ke dalam golongan narkoba. “Biasanya kita hanya melakukan tes urine bagi pengkonsumsi narkoba,” ujarnya.

Turunkan TRC
Terpisah, Dinas Pendidikan Kota Padang akan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melokalisir pengaruh dan penyebaran lem di kalangan pelajar. TRC ini terdiri dari dari guru-guru BP dan psikolog.

“Kita akan turun ke sekolah sekolah bersama TRC. Siswa itu kita lokalisir dan beri edukasi. Dan orang tuanya kita panggil,” sebut Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Padang, Ramson.

Ramson menambahkan, dengan cara ini diharapkan pengaruh ngelem bisa hilang. Tentunya menurut dia, peran orang tua sangat besar. Sehingga anak yang telah kecanduan bisa diperbaiki lagi.

Menurut Ramson, makin banyaknya pelajar yang ngelem disebabkan karena pengaruh media sosial. “Mereka meniru pelajar dari daerah lain yang melakukan hal yang sama. Kita berharap agar para orang tua lebih mengawasi anaknya dan menjauhkan android dari anak anak. Sehingga pengaruh pengaruh negatif dari medsos bisa dihindari,” harap Ramson. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional