Menu

Divonis Menderita Kanker Paru Stadium Lanjut, Enam Bulan Terbaring, Tubuh Artanto Semakin Lesu dan Kurus

  Dibaca : 237 kali
Divonis Menderita Kanker Paru Stadium Lanjut, Enam Bulan Terbaring, Tubuh Artanto Semakin Lesu dan Kurus
Artanto, menderita kanker paru stadium lanjut butuh uluran tangan dermawan.

PADANG, METRO
Sudah sekitar enam bulan lamanya Artanto (40), warga Batuang, Teluk Kabung Utara, RT 02, RW 2, Kelurahan Bungus Teluk Kabung ini menderita kanker paru stadium lanjut. Tubuhnya yang dulu kekar kini semakin lesu dan kurus akibat penyakitnya.

Artanto (40), dulunya bekerja sebagai sopir Angkutan Kota (Angkot) Pasar Raya-Bungus Teluk Kabung, kini terpaksa istirahat total di rumah karena tubuhnya tidak bisa lagi dipaksakan untuk bekerja keras.

Istrinya, Sarina (34) lah yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga termasuk mencarikan biaya untuk tambahan obat suaminya dan biaya sekolah dua anaknya. Yang besar sudah SMP di Bungus, dan yang kecil masih SD.

Dengan hanya bekerja sebagai cleaning service (CS) di RSUP M Djamil Padang, Sarina mengaku gaji yang dia dapatkan setiap bulan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup keluargannya. Bahkan, dia harus meminjam uang kepada tetangganya untuk menutupi kekurangan. Terkadang, dia harus melakukan apa saja pekerjaan, yang penting halal, demi tambahan biaya keluarga.

Diceritakan Sarina, sejak suaminya sakit, dia samakin merasakan besarnya beban hidup yang harus ditanggung. Meski demikian, dia selalu yakin, Tuhan tetap akan memberikan jalan yang terbaik baginya.

“Sudah enam bulan suami saya istirahat total di rumah. Sakitnya terasa parah sejak April 2020. Sejak itulah saya yang harus menjadi tulang punggung keluarga,” ungkapnya.

Katanya, hampir setiap satu kali dalam dua minggu dia harus membawa suaminya cek up ke rumah sakit. Meski untuk berobat mereka pakai BPJS namun karena biaya tranportasi yang harus dia kalurkan setiap kali berobat cukup besar, membuat dirinya merasakan kewalahan.

“Sekarang suamiku sedang menjalani kemoterapy oral di rumah dan harus kontrol ke rumah sakit setiap minggunya. Sesekali juga harus dilakukan Rontgen untuk mengetahui kondisi perkembangan paru-parunya,” ungkap Sarina.

Menurut keterangan dokter, lanjut Sarina, kondisi paru-paru suaminya saat ini kondisinya sudah putih sebelah. Bahkan kalau rasa sakiknya sedang kambuh, napas sesak dan harus dibantu tabung oksigen. Karena itu, anjuran dokter untuk controlnya harus terus dilakukan jangan sampai telat.

Karena kondisi ekonomi keluarganya yang saat ini sedang terpuruk, Sarina berharap ada yang mau membantu biaya perobatan suaminya.

“Saya sangat berharap ada perhatian atau bantuan pemerintah yang bisa mengurangi beban keluarga saya. Atau siapa saja yang ingin membantu. Dalam do’a, saya selalu meminta pada Tuhan agar memberikan keajaiban untuk kesembuhan suaminya,” pungkasnya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional