Close

Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Wali Nagari Limba­nang dan Stafnya Saling Lapor ke Polisi

bukti pelaporan— Wali Nagari Limbanag, Kecamatan Suliki Yori Noviola bersama pengacaranya memperlihatkan bukti pelaporan balik ke Polres Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Sehari setelah dipo­lisikan oleh stafnya sendiri atas tuduhan dugaan tin­dak pidana pelecehan sek­sual, Wali Nagari Limba­nang, Kecamatan Suliki, Yori Noviola (45) melapor balik ke Polres Limapuluh Kota didampingi kuasa hu­kumnya pada Senin (21/11).

Yori megatakan, dirinya melaporkan stafnya itu atas tuduhan pencemaran nama baiknya dan mem­buat trauma keluarga klien­nya. “Dengan adanya pela­poran balik itu, ksaya mem­bantah melecehkan stafnya dan tak terima te­lah dituduh melakukan pelecehan seksual,” ung­kap Yori saat memberikan keterangan Pers kepada wartawan, Selasa (22/11).

Dijelaskan Yori, tuduhan oleh stafnya itu berawal pada Jumat (11/11) sekitar pukul 09.00 WIB, ia datang ke Kantor Wali Nagari dan meminta PI untuk membantu memasangkan pin dan hal itu disaksikan oleh staf Kantor Wali Nagari lainnya dan tidak ada terjadi dugaan pelecehan seperti yang dituduhkan.

Namun pada Senin (14/11) sekitar pukul 17.00 WIB, Yori mengaku didatangi oleh Sekretaris Nagari yang bertanya terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Yori pada PI se­perti pemberitaan yang ber­kembang di media.

“Saya melalui Penasehat Hukum telah membuat pengaduan ke Mapolres Limapuluh Kota terkait perbuatan tidak menye­nangkan oleh PI. Sebab akibat tindakan yang dilakukan oleh PI telah men­cemarkan nama baik dan jatuhkan, rugikan diri saya sebagai Wali Nagari, dan keluarga saya sangat trauma dengan kejadian ini,” sebutnya.

Yori dengan tegas membantah telah melakukan pelecehan kepada Pl dan kejadian yang dituduhkan PI kepada dirinya tidak benar.  “Sebab usai pemasangan pin, PI tetap bekerja dan bersikap seperti biasanya, lalu tiba-tiba muncul pengakuan bahwa ia telah dicabuli,” tegasnya.

Sementara Setia Budi, berharap pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti kegaduhan yang ditimbulkan oleh pengaduan PI. Ia juga meminta pengaduan oleh kliennya untuk ditindaklanjuti karena ada indikasi pembunuhan karakter oleh oknum tertentu.

“Ke depannya kami ju­ga akan melaporkan se­jum­lah pihak sesuai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bagi pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan yang sudah sangat merusak nama baik klien saya,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, PI (26) asal Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Ko­ta mendatangi Mapolres Limapuluh Kota pada Ming­gu (20/11) didampingi oleh pihak keluarga untuk melaporkan Wali Nagari Limbanang atas dugaan pelecehan seksual.

Kepada petugas SPKT Plres Limapuluh Kota, PI mengaku dirinya masih trauma pascaperistiwa buruk yang dialaminya oleh YN. “Kejadian di kantor, diruangan pak wali,”ujar PI. Kepada wartawan, PI mengaku saat kejadian ia dipanggil oleh YN ke ruangannya.

“Saya dipanggil YN ke ruangannya untuk memasangkan pin di dada pak wali. Tanpa rasa curiga saya ke ruangannya dan memasangkan pin di sebelah dada kirinya. Saat itu, hanya kami berdua di da­lam ruangan. Sedangkan, di luar ada staff kantor lain. Kemudian YN malah memegang pundak saya dan hendak mencium saya. Bibir YN mengarah ke bibir saya. Saya pun kaget, ter­kejut dan langsung bergegas ke luar ruangan,” tambahnya. (uus) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top