Close

Ditreskrimsus Polda Sumbar Tangkap 2 Penjual Miras Ilegal, Pelakunya Ketua RT dan Residivis

PENJUAL MIRAS— Personel Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumbar memperlihatkan barang bukti miras ilegal yang disita dari penangkapan dua pelaku.

PADANG, METRO–Tim Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menangkap dua orang yang terlibat dalam perdagangan minuman keras (miras) tanpa izin alias ilegal di dua lokasi berbeda di kawasan Keca­matan Koto Tangah, Kota Padang.

Dalam penangkapan itu, ratusan botol miras berbagai merek disita oleh petugas. Parahnya, pelaku berinisial MP (46) yang ditangkap di Komplek Monang, Lubuk Buaya ini me­rupakan Ketua RT yang sudah menjual miras ilegal sejak dua tahun belakangan.

Sedangkan pelaku SR (44)  yang ditangkap di jalan Adinegoro, Koto Tangah, sudah menjalankan aksinya menjual miras ilegal sejak 2010. Bahkan, SR juga pernah ditangkap dengan kasus yang sama pada tahun 2019 silam dan dipenjara selama enam bulan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Joko Sadono mengatakan, pengungkapan kasus itu dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Singgalang 2021, yang telah dimulai sejak tanggal 9 November 2021 lalu.

“Kedua pelaku berinisial MP dan SR merupakan target operasi (TO) pada masa Operasi Pekat Singgalang. Mereka ditangkap pada Rabu (10/11). Ratusan miras berbagai jenis disita pada saat pengungkapan kasus tersebut,” kata Kombes Pol Joko, Rabu (17/11).

Dijelaskan Kombes Pol Joko, pelaku MP diringkus di Komplek Monang, Lubuk Buaya  sekira pukul 18.00 WIB dengan barang bukti 80 botol miras berbagai merek. Berselang setengah jam, anggota mengungkap satu kasus lagi yakni inisial SR dengan barang bukti 311 botol mi­ras.

“Pelaku MP, mengaku menjual miras ilegal itu sekitar 2 tahun. Sementara itu, pelaku SR jualan Miras ilegal sejak 2010, dia orang yang pernah terlibat kasus yang sama pada 2019, dengan vonis 6 bulan. Jenis mirasnya alkohol golongan B dan golongan C, seperti Mc Donaldi Vodka, Newport, Anggur Merah, Anggur Putih, Columbus, dan lainnya,” jelas Kombes Pol Joko.

Dikatakan Kombes Pol Joko, berdasarkan pengakuan pelaku, miras-mi­ras tersebut dijual kepada pembeli yang sudah dewasa. Namun, terkait sasaran penjualan tersebut, pihaknya masih mela­kukan pendalaman dengan pemeriksaan yang intensif.

“Mereka mengaku ti­dak menjual Miras-miras itu kepada anak di bawah umur, sebab itu keterangan pelaku akan kami dalami kembali. Kita juga m­asih melacak dari mana sumbe miras yang mereka jual ini,” ujar Kombes Pol Joko.

Ditegaskan Kombes Pol Joko, kedua pelaku terancam dijerat Pasal 106 ayat 1 junto Padal 24 ayat 1 Undang-undang nomor 7 ta­hun 2014 tentang Perdagangan, sebagaimana telah diubah dalam paragraf 8 Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Ancaman hukuman pa­da kasus ini adalah 4 tahun penjara,” pungkas Kombes Pol Joko. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top