Menu

Ditinggal Ortu, Bayi Prematur Dirawat RSUD

  Dibaca : 805 kali
Ditinggal Ortu, Bayi Prematur Dirawat RSUD
DITINGGAL ORTU— Bayi laki-laki yang ditinggalkan orang tuanya saat mendapatkan perawatan di ruang Perinatologi RSUD Sungai Dareh, Dharmasraya.

DHARMASRAYA, METRO
RSUD Sungai Dareh tetap merawat bayi laki-laki yang ditinggalkan keluarganya setelah dilahirkan dengan persalinan normal, Minggu (16/2) lalu. Namun kondisi bayi yang prematur dan kondisi yang memprihatinkan, bayi mungil itu harus mendapatkan perawatan intensif di ruang Perinatalogi RSUD.

Pihak RSUD memastikan bertanggung jawab penuh memberikan pelayanan terbaik bagi bayi hingga nantinya benar-benar sehat. Kabid Keperawatan RSUD Sungai Dareh, Eni Zendrawati bersama perawat ruang Perinatalogi, Deni Susanti membenarkan bahwa ada bayi laki-laki yang baru dilahirkan yang ditinggal keluarga sejak Senin (17/2) lalu.

“Dari informasi yang kita dapatkan, pasien berasal dari daerah perbatasan Lubuk Jambi, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. “Tepatnya kita tidak tahu pasti pak, namun alamat yang diberikan dari Lubuk Jambi,” kata perawat, Jumat (21/2) siang.

Ia menjelaskan, ibu bayi bernama Santi (37) melahirkan pada Minggu sekira pukul 16.27 wib dengan persalinan normal. Dari hasil pemeriksaan usia kandungan sekitar 26-28 minggu atau diperkirakan sekitar 6-7 bulan. “Bayi laki-laki ini dilahirkan dengan persalinan normal dengan berat badan 1.350 gram (1.3 kilogram) dalam kondisi prematur,” katanya.

Saat ini lanjutnya, kondisi bayi telah mulai stabil dan memang terjadi penurunan berat badan, dan itu normal. “Saat ini berat bayi 1.150 gram atau turun sebanyak 200 gram, dan kondisi bayi sudah berangsur membaik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah melahirkan, Santi diizinkan pulang pada Senin (17/2) sore. Dan Arnel (39) yang mengaku sebagai suami dari pasien sekira pukul 16.00 WIB meminta izin untuk mengantarkan istrinya pulang ke perbatasan Lubuk Jambi, Provinsi Riau.

“Dan pihak RSUD Sungai Dareh mengizinkan dan meminta agar ada keluarga yang menunggu bayi di RSUD, karena kondisi bayi yang memang dalam kondisi yang dirawat intensif di ruang inkubator,” jelasnya
Namun, baru Rabu (19/2) bisa berkomunikasi dengan ibu bayi karena bayi sudah bisa disusui. “Ibu Santi atau pihak keluarga diminta untuk mengantarkan susu untuk bayi, namun sang ibu bayi beralasan air susunya sedikit, dan mengizinkan pihak RSUD untuk memberikan susu bantu kepada bayi,” katanya.

Dan sejak Kamis (20/2) pihak keluarga tidak bisa dihubungi lagi. Nomor yang ditinggalkan oleh pihak keluarga juga tidak aktif. “Sejak saat itu hingga hari ini, Jumat ( 21/2) kedua orang tua bayi ini tak datang-datang lagi. Kita sudah coba menghubungi melalui handpone selulernya, tapi tak ada jawaban,” terang Denny Susanti.

Terkait pembiayaan, pasien terdaftar sebagai pasien umum, karena pihak keluarga tidak ada hingga saat ini, semua pembiayaan ditanggung oleh pihak Manajemen RSUD Sungai Dareh. “Kita telah konsultasi dengan manajemen RSUD, dan kita selaku perawat bayi, diminta untuk memberikan semua yang dibutuhkan oleh bayi ini,” jelasnya.

Menurutnya, pihak RSUD bertanggungjawab penuh memberikan pelayanan terbaik bagi bayi hingga nantinya benar-benar sehat. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional