Close

Ditetapkan Warisan Geologi oleh Kementerian ESDM RI, Geoheritage Modal Penting Bangun Geopark di Tanahdatar

DIALOG—Bupati Eka Putra sedang melakukan dialog dan audiensi dengan pihak Kantor Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI di Bandung.

TANAHDATAR, METRO–Sekaitan dengan telah ditetapkannya lima titik warisan geologi kabupaten Tanah Datar oleh Kemen­terian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada tang­gal 8 Desember 2021 yang lalu, melalui Surat Keputusan Menteri ESDM RI nomor 191.K/HK02.­MEM.­G/2021. Maka Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kamis (13/1) melakukan dialog dan audiensi dengan pihak Kantor Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI di Bandung.

Kedatangan Bupati Eka Putra disambut langsung oleh Kepala Pusat Survei Geologi Hendra Gunawan, bersama Koordinator Geosains Asep Kurnia Permana, Sub Koordinator Geologi Dasar dan Terapan Aries Kusworo, Peneliti Utama Hanang Somodra dan Pe­nyelidik Bumi Muda Dipo­wiguno.

Pada kesempatan itu juga hadir mendampingi Bupati Tanah Datar Asisten Ekonomi dan Pembangu­nan Edi Susanto, Kepala Dinas Parpora Abdul ­, Kepala Baperlitbang Alfian, Kepala Dinas Perkim LH Desi Trikorina, Kabag Pe­rekonomian Masni Yuletri, Kabag Hukum Audia Safitri, Kabag Pemerintahan Abdurrahman Hadi, Kabag Prokopim Dedi Tri Widono, Kabag Umum Sofa Nova Budianto dan Kabid Pariwisata Efrison.

Bupati Eka Putra di­kesempatan itu menyampaikan disamping lima titik geosite tersebut, masih banyak lagi warisan geologi di Tanah Datar yang perlu ditetapkan sebagai wari­san geologi, seperti Ngalau Pangian yang ada di Lintau Buo,  Sumber Mata Air Panas di Padang Ganting dan Pariangan, Talago Biru di Padang Ganting, Sesar Semangko disepanjang Danau Singkarak dan masih banyak yang lainnya.

“Sehubungan dengan hal itu, kami mengharapkan Pusat Survei Geologi untuk melakukan kajian dan penelitian dalam rangka untuk mengidentifikasi penambahan geosite di Tanah Datar. Kami juga berharap dukungan pihak Badan Geologi Bandung untuk pengadaan sarana dan prasarana Museum Geologi di Kabupaten Ta­nah Datar,” kata Bupati Eka Putra.

Tidak hanya itu, Bupati Eka Putra juga menginginkan dukungan, masukan dan saran dari pihak Badan Geologi terkait dengan lang­kah dan upaya pe­ngusulan kabupaten Tanah Datar menuju Geopark Nasional.

“Kabupaten Tanah Datar saat ini benar-benar fokus dan serius mengembangkan Geopark, semoga dengan konsep ini pengembangan destinasi wisata Tanah Datar semakin tertata dan terkelola serta dapat meningkatkan pe­rekonomian serta kesehatan masyarakat,” tambah Bupati.

Sementara Kepala Pusat Survei Geologi Hendra Gunawan mengatakan pe­ran dari warisan geologi (Geoheritage) Kabupa­ten Tanah Datar yang telah ditetapkan Menteri ESDM RI merupakan mo­dal pen­ting dalam membangun Geopark di wi­layah Kabupaten Tanah Datar.

“Dalam pengelolaan warisan geologi (Geoheritage) yang baik itu harus melibatkan berbagai elemen masyarakat serta pemangku kepentingan, hal ini mengacu kepada Peraturan Presiden RI nomor 9 tahun tentang Pengembangan Taman Bumi (Geo­park),” jelas Hendra Gu­nawan.

Selain itu, menurut Hen­dra semangat untuk melestarikan bumi dan mensejahterakan ma­sya­rakat penting untuk digaungkan dalam memba­ngun sebuah Geopark yang sehat dan berkelanjutan. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top