Menu

Ditemukan Tergantung, Kristin Mendrova Dibunuh?

  Dibaca : 771 kali
Ditemukan Tergantung, Kristin Mendrova Dibunuh?
KASUS JANGGAL— Ketua Himni Padang Mailasa Waruwu serta pengacara Martinus Zebua menyampaikan kejanggalan terkait kasus meninggalnya Kristin di Bypass Kuranji, beberapa waktu lalu.

PADANG, METRO
Kasus tewasnya seorang wanita asal Nias, Sumatra Utara yang ditemukan tergantung di salah satu kedai milik warga di Jalan Bypass Kuranji Minggu (24/5) yang lalu sekitar pukul 04.00 WIB mendapat perhatian khusus dari Himpunan Masyarakat Nias (Himni) Kota Padang.

Menurut Ketua Himni Padang Mailasa Waruwu, terdapat kejanggalan dari kasus ini yang diduga terdapat tindak pidana pembunuhan berencana terhadap perempuan bernama Kristin Vili Mendrova (23) tersebut. Bahkan, dikatakannya, hingga saat ini masih belum ada kejelasan dari pihak kepolisian.

“Menyikapi kasus ini, saya bersama tim kuasa hukum pihak korban dan LSM Gemantara Raya telah mendatangi kantor Kepolisian Sektor Kuranji berharap kasus ini harus cepat diungkap. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” ujar Mailasa Waruwu yang juga anggota DPRD Kota Padang ini.

Disebutkan Mailasa, dirinya siap mendukung dan mengawal kasus yang telah berlalu hampir satu bulan ini hingga tuntas dan terungkap fakta yang sebenarnya apakah benar murni bunuh diri ataupun adanya fakta bahwa terjadi tindak pidana pembunuhan berencana dalam hal ini.

“Di kota ini korban merantau dari Nias untuk bekerja, namun ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi gantung diri. Masyarakat Nias yang ada di kota ini mendesak saya untuk dapat menjembatani kasus ini dengan pihak kepolisian supaya dapat diungkap segera,” ucapnya.

Pengacara atau kuasa hukum korban, Martinus Zebua, mengatakan, Ia datang ke Polsek Kuranji untuk mempertanyakan bagaimana hasil autopsi atau hasil visum korban yang hingga saat ini tidak ada sama sekali kejelasannya.

“Sebelumnya dari pihak Polresta Padang menyuruh kita membuat surat permohonan pengambilan hasil visum ditujukan ke Kapolsek Kuranji Cq Kapolres. Dan itu saya sudah masukkan ke Polsek Kuranji pada tanggal 9 Juni lalu. Dan saat ini ketika kami tanyakan hal ini ke kantor Polsek Kuranji, malah kami disuruh kembali menanyakan ke Polresta Padang,” terang Martinus.

Martinus menerangkan untuk hasil visum korban, dia dari pihak kuasa hukum korban meminta untuk diberikan ke pengacara. Sebab sebelumnya Kapolsek sendiri manyampaikan bahwa semua keterangan saksi masih tidak menjurus ke arah tindak pidana.

“Nah, jikalau memang belum ditemukan tindak pidana, kenapa sudah hampir tiga minggu masih juga belum bisa dibuka hasil visum itu dan permohonan kita untuk meminta hasil visum itu belum bisa juga diberikan. Ada apa sebenarnya ini?” tanya Martinus.

Kapolsek Kuranji Kompol Armijon menjelaskan, proses penyelidikan kasus ini masih terus berjalan hingga saat ini. Bahkan pihaknya telah memanggil sebanyak 11 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait temuan tewasnya warga Nias tersebut. “Saksi tersebut termasuk kekasih korban yang berinisial R, warga sekitar serta warga yang pertama kali menemukan korban dalam kondisi tergantung,” jelas Armijon.

Namun untuk kasus ini, pihaknya mengakui belum menemui titik terang. Selain itu Ia juga mengakui belum menaikkan kasus ini ke tingkat penyidikan karena masih mencari dan melengkapi bukti-bukti di lapangan. “Untuk sementara, kasus ini masih murni bunuh diri karena tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan terhadap korban,”terangnya.

Sebelumnya diberitakan seorang wanita muda berinisial CFM (24) ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah kosong kawasan By Pass Kuranji dalam keadaan meninggal dunia Minggu (24/5) dini hari. “Saat kami temukan korban dalam keadaan tergantung. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda waktu itu.

Rico menyebutkan, CFM adalah warga Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah. Belum jelas, kenapa CFM sampai berada atau tergantung di rumah kosong di kawasan Kuranji tersebut.

Soal motif, Rico menyatakan belum bisa menyimpulkan. Dia hanya menyebutkan, dari pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun, kata Rico, pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap ponsel korban ditemukan berupa pesan yang berisi permohonan maaf kepada pacarnya.

“Setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan penyebab kematian, jenazah CFM diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan,” ungkapnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional