Menu

Ditangkap, Hobi Izet jadi Sumbayang jo Mangaji, Ngaku Tertekan Sejak Video Viral, Polisi: Terancam 9 Tahun Penjara

  Dibaca : 377 kali
Ditangkap, Hobi Izet jadi Sumbayang jo Mangaji, Ngaku Tertekan Sejak Video Viral, Polisi: Terancam 9 Tahun Penjara
DINASIHATI— Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto menasihati preman Izet setelah ditangkap di Tanah Datar.

PADANG, METRO–Setelah dilakukan perburuan, preman bernama Izet yang viral di media sosial (medsos) gara-gara memalak dan menganiaya sopir truk pengangkut semen, akhirnya diringkus Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar.

Izet ditangkap di tempat per­sem­bunyiannya di  sebuah rumah kawasan Kabupaten Tanah Datar, Kamis (15/7). Penangkapan preman yang ngaku hobi berkelahi dan mabuk ini tidaklah mudah. Pasalnya, setelah videonya viral, Izet lang­sung kabur dari Kota Pa­dang.

Bahkan, ketika Polisi mendatangi rumah yang menjadi tempat pers­em­bu­nyian­nya, pelaku ber­nama asli Pelaku bernama Zetrizal (37) masih saja berusaha melarikan diri dengan berlari ke ladang cabai, sehingga Polisi ha­rus bergerak cepat menge­jarnya. Namun, karena lokasi itu sudah dikepung, Izet pun akhirnya berhasil ditangkap.

Setelah itu, Izet yang terlihat sangat sangar saat memalak dan menganiaya sopir truk itu, hanya bisa pasrah digiring Polisi dan dibawa ke Mapolda Sum­bar. Izet pun langsung dipasangkan baju bewarna oranye yang bertuliskan tahanan Polda Sumbar.

“Izet sudah ditangkap tadi pagi pukul 06.00 WIB di Tanah Datar. Sekarang sudah diamankan di Polda Sumbar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Ste­fa­nus Satake Bayu Setian­to, Kamis (15/7).

Satake Bayu meng­ung­kap­kan lokasi penang­ka­pan Izet merupakan tem­pat persembunyian. Se­lan­jut­nya, setelah penang­kapan pelaku akan dise­rah­kan ke Polresta Padang untuk diproses hukum.

“Kita dari Polda Sum­bar akan melengkapi ad­minis­trasi dulu setelah Izet ini ditangkap.  Kemudian dise­rahkan penjelasan ke Sat­res­krim Polresta Padang,” ujarnya.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Pol Imam Kabut Sariadi me­nga­takan, tindakan yang dilakukan pelaku Izet ter­masuk pungutan liar. Dari rekaman video itu, terbukti kalau pelaku memaksa meminta uang kepada so­pir truk.

“Pelaku memaksakan me­minta kepada sopir yang akan mengambil DO (delivery order) berkaitan dengan barang produksi di PT semen Padang. Pak­saan itu juga dilanjutkan dengan perbuatan pelaku yang melakukan penga­nia­yaan kepada sopir,” kata Kombes Pol Imam dalam jumpa pers di Polda Sum­bar.

Ditambahkan Kombes Pol Imam, pascavideo pe­ma­lakan itu viral di med­sos, tim satgas saber pungli di bawah koordinasi in­spek­torat dan pelaksanaan di lapangan Ditreskrimum Polda Sumbar menu­runkan tim. Faktanya, dari hasil pemyelidikan, memang terjadi pungutan liar itu.

“Kami bekerja sama dengan polresta untuk me­la­kukan proses penang­kapan. Saat ditangkap me­la­rikan diri, belakang ru­mah ketika itu kebun, da­erah perbukitan sehingga mengalami kesulitan. Si­tua­si gelap tidak ada pene­rangan. Anggota kami me­la­kukan penyisiran hing­ga berhasil mengamankan pelaku tadi (kemarin-red) pukul 06.00 WIB,” jelas Kombes Pol Imam.

Ditegaskan Kombes Pol Imam, karena ini kasus pungutan liar, maka pelaku dijerat pasal 368 KHUP dengan ancaman penjara hingga sembilan tahun. Menurutnya, pelaku saat ini masih menjalani pe­merik­saan intensif oleh pe­nyidik.

“Kami masih dalami pasal lain. Izet sudah kita tetapkan sebagai ter­sang­ka. Kita akan dalami, apa­kah ini murni tindakan ter­sangka seorang diri, atau ada kelompok lain yang membantu Izet dalam me­lakukan aksi pungli terse­but,” tegasnya.

Izet jadi Hobi Sum­ba­yang jo Mangaji

Setelah ditangkap Pol­da Sumbar, beredar video preman Izet yang menya­takan sudah menganti ho­bi­nya. Padahal, saat me­malak dan menganiaya sopir truk, Izet mengaku bahwa hobinya hanya dua, yaitu berkelahi dan mabuk. Namun, setelah ditangkap, hobinya shalat dan me­ngaji.

“Izet dulu hobi bacakak jo mabuak. Sasudah ta­tang­kok jo polisi, hobi sam­ba­yang jo mangaji. (Izet dulu hobi berkelahi sama mabuk. Setelah ditangkap sama polisi, hobi salat dan me­ngaji,” kata Izet dalam video yang beredar, Kamis (15/7).

Video pernyataan Izet yang mengganti hobinya itupun bertebaran di grup-grup WhatsApp. Tak sedikit juga video itu dijadikan status oleh pengguna Whats­App hingga jadi bahan lelu­cuan lantaran tidak lagi tam­pak sangar.

Izet Minta Maaf

Saat jumpa pers di Ma­pol­da Sumbar, Izet juga sempat menyampaikan per­mintaan maaf atas per­bua­tannya dan mengaku sangat menyesal. Per­min­taan maaf ini diung­kapkan­nya untuk netizen media sosial dan seluruh mas­yarakat Sumbar.

“Saya minta maaf ke­pada sopir yang saya laku­kan pemalakan. Saya me­nye­sal dan tidak akan per­nah mengulanginya lagi, saya berjanji kepada diri saya,” ungkap Izet kepada awak media.

Selain meminta maaf, Izet juga menceritakan yang dialaminya setelah videonya viral. Izet me­rasa sangat tertekan pas­cavi­deonya viral. Bahkan, sa­king tertekannya, ia tak sang­gup melihat atau ber­main media sosial.

“Saya lebih merasa itu. Memantau media sosial saya enggak sanggup. Itu kekhilafan saya. Saya me­minta maaf kepada netizen media sosial dan masya­ra­kat Sumbar,” ujarnya.

Korban Apresiasi Kerja Polisi

Mengetahui kalau preman yang telah memalak dan menganiayanya telah ditangkap, sopir truk semen bernama Andre (37) dan rekannya bernama Ipon yang menjadi korban, menyampaikan apresia­si­nya kepada Polda Sumbar dan Polresta Padang.

“Saya sangat-sangat berterima kasih kepa­da Po­lisi yang cepat tang­gap dalam perkara ini. Wa­lau­pun sedikit terlam­bat, tapi itu karena saya yang lam­bat melapor. Dua jem­pol dari saya untuk Polda Sum­bar dan Polresta Pa­dang,” ujar Andre saat di­hubungi wartawan.

Andre pun berharap, dengan diamankannya pe­la­­ku dapat memberikan efek jera terhadap pelaku mau­­pun preman-preman yang lainnya agar tidak me­la­kukan aksi-aksi seru­pa.

“Setidaknya ada efek jera untuk pelaku dan dapat berubah. Saya berharap dengan adanya kasus ini dapat memberikan efek terhadap pelaku lainnya, sehingga tidak ada lagi kejadian seperti yang saya alami lagi di Sumbar,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional