Menu

Distan Periksa Ribuan Sapi Kurban, Syahrial: Belum Ditemui yang Sakit

  Dibaca : 99 kali
Distan Periksa Ribuan Sapi Kurban, Syahrial: Belum Ditemui yang Sakit
Syahrial Kamat, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang

AIAPACAH, METRO
Dinas Pertanian Kota Padang mulai memeriksa ribuan sapi kurban di 64 titik kandang penampungan. Dari pemeriksaan itu, hingga kemarin belum ditemui sapi yang menderita penyakit.

“Petugas kita sudah mulai turun jalan sejak seminggu lalu. Sekarang masih turun. Alhamdulillah, belum ada yang kita temui yang sakit,” sebut Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat, Minggu (26/7).

Syahrial menambahkan, dari 64 titik itu, kandang penampungan yang rutin adalah sebanyak 15 titik. Sisanya adalah kandang penampungan dadakan yang biasanya muncul jelang lebaran Idul Adha.

Ia mengungkapkan, bahwa semua kandang itu akan diperiksa. Bagi sapi yang telah diperiksa akan diberi label sehat. “Setelah kita periksa, kita beri tanda sapi yang sehat. Agar konsumen bisa memilih sapi yang sehat untuk disembelih,” tandas Syahrial.

Awasi Hewan Luar Daerah
Selain memeriksa kondisi sapi kurban yang ada di kandang penampungan, Dinas Pertanian Kota Padang juga akan mengawasi hewan-hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah. Seperti diketahui, hewan kurban tidak saja dibeli panitia dari penjual yang ada Padang saja, namun juga ada yang dibeli dari luar daerah.

“Hewan-hewan kurban ini perlu diawasi agar aman dikonsumsi oleh masyarakat,” sebut Syahrial.

Untuk pemeriksaan hewan kurban tersebut terang Syahrial, pihaknya sudah membentuk 8 tim yang berjumlah sebanyak 61 orang, terdiri dari dokter hewan, paramedis dan penyuluh.

“Mereka ini setiap hari turun ke seluruh kecamatan melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Selain berkonsentrasi di toke-toke penjualan hewan kurban, juga mengawasi hewan-hewan dari luar daerah,” ucap Syahrial.

Meski diakui tidak semua wilayah bisa dijangkau oleh tim kata Syahrial, pihaknya telah menyediakan kontak person yang dapat dihubungi oleh masyarakat atau panitia kurban. Selain itu pihaknya juga sudah mengirim gambar-gambar bagaimana bentuk hati hewan yang mengandung cacing berbahaya, sehingga bisa diantisipasi penularannya ke manusia.

“Jika saat pemotongan hewan kurban nanti ditemukan hal-hal yang mencurigakan di dalam tubuh hewan kurban, panitia dapat menghubungi kontak person tersebut. Nanti akan turun tim pada saat hari H itu,” sebutnya.

Aman dan Tercukupi
Sementara itu, Syahrial mengungkapkan, bahwa kebutuhan hewan kurban untuk perayaan Hari Raya Idul Adha aman dan tercukupi. Meskipun begitu, sebagian besar sapi kurban di Kota Padang masih didatangkan dari luar Padang. Seperti dari Pesisir Selatan, Padangpariaman, Solok dan Sijunjung. Kemudian dari Lampung dan Kota Padang sendiri.

“Namun yang terbanyak itu didrop dari Lampung, jumlahnya sekitar 60 persen,” ucap Syahrial.

Ia menjelaskan, Kota Padang mempunyai populasi sapi sebanyak 21.000 ekor. Dan untuk kebutuhan sapi kurban rata-rata sebanyak 7.500 ekor per tahun. “Dengan jumlah kebutuhan hewan kurban sebanyak itu, saya rasa toke-toke sapi di Padang sudah standby dan siap memenuhi kebutuhan hewan kurban,” ujarnya.

Syahrial mengatakan, untuk penyediaan hewan kurban ini, pihaknya akan memperhatikan kualitas hewan kurban tersebut. Tim dari Dinas Pertanian akan memeriksa persyaratan dan kondisi fisik hewan kurban tersebut. Di antaranya tidak cacat, tidak buta, tidak pincang dan tanduknya tidak patah.

Kemudian tambah Syahril, matanya terlihat bersih dan kulitnya mengkilat, tidak diare dan bersuhu normal 36,5-39,5 derajat celcius. Tidak ada keluar darah dari hidung, mata, telinga dan anus. Berumur 2 tahun untuk sapi dan 1 tahun untuk domba. Hal ini ditandai dengan bergantinya gigi. Serta bukan betina produktif. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional