Menu

Dispertan Sosialisasikan Ranperda LP2B

  Dibaca : 352 kali
Dispertan Sosialisasikan Ranperda LP2B
SOSIALISASI— Pemko Bukittinggi melalui SKPD Dispertan melakukan sosialisasi Ranperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispetan) me­la­kukan sosialisasi Penyusunan Naskah Akademis dan Ranperda Lahan Pertanian Pa­ngan Berkelanjutan (LP2B), Kamis (17/6). Sosialisasi di­berikan kepada SKPD terkait dan Lurah se Kota Bukittinggi yang dibuka Plt Asisten II Setdako Isra Yonza di Hall Balaikota Bukittinggi.

Asisten II Setdako Bukittinggi, Isra Yonza mengatakan, Naskah Akademis dan Ranperda terkait LP2B ini di­susun dalam rangka me­lin­du­ngi lahan pertanian di Bukittinggi. Ranperda ini diha­rapkan tidak hanya menjadi regulasi tapi juga mempertahankan lahan per­ta­nian.

Isra Yonza mengakui, lahan pertanian semakin sem­pit. Dengan Ranperda LP2B diharapkan dapat mempertahankan kebera­dan lahan pertanian yang masih ada. Saat ini berdasarkan perhitungan sementara, lahan pertanian di Bukittinggi hanya tinggal 249 hektar, dikuatirkan lahan pertanian suatu saat dapat beralih fungsi untuk kepentingan lain.

”Sosialisasi naskah akdemis dan ranperda LP2B yang digelar hari ini bertujuan agar ranperda yang sedang disusun ini tidak berbenturan dengan perda atau­pun kepentingan daerah lain. Dalam penyusunan ranperda ini akan melibatkan dan berkoordinasi dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang telah disusun sebelumnya,” jelas Isra Yonza.

Isra Yonza berharap sosialisasi hari dapat merangkum dan menghimpun usulan dan koreksi untuk kematangan ranperda. Terhimpun pula dasar yang kuat dan jika ada kelemahan -kelemahan kedepan dapat diantisipasi dari sekarang. Sehingga ranperda LP2B yang sedang disusun ini dapat dipertanggung jawabkan dan tidak mengganggu kepentingan lain.

Sosialisasi penyusunan naskah akademis dan ranperda LP2B menghadirkan narasumber Dr. Ir. Eri Gas Ekaputra, MS sebagai ketua pelaksana penyusunan dan didampingi Ahli Hukum Ag­raria Prof. Dr. Kurnia Warman, SH, M. Hum dan Ahli Pemetaan (GIS) Eri Stiyanto, S.TP, M.Si dan Deni Saputra, S.TP, MT. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional