Close

Disnakertrans Banyak Terima Pengaduan THR, Telat Bayar, Perusahaan Kena Denda

Ilustrasi

UJUNG GURUN, METRO – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar menyatakan telah menerima banyak pengaduan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) melalui aplikasi WhatsApp (chat), melalui telepon, dan langsung ke posko. Hal ini menyusul dengan dibukanya Posko Pengaduan THR. Posko ini digelar untuk memastikan pekerja mendapatkan hak THR, sesuai ketentuan yang ada.

”Aduh tidak bisa kita pastikan, soalnya kita tersebar di kabupaten/kota, datanya sedang kita kumpulkan. Tapi yang mengadu sudah ada, yang mengadu se-Sumbar ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan, Prita Wardhani tanpa merinci jumlah pengaduan THR, Selasa (28/5).

Menurut Prita, sebagian besar pengaduan menyoal tentang berbagai masalah THR. seperti THR yang belum cair, melebih ketentuan waktu yaitu maksimal 7 hari sebelum lebaran. Selain itu, ada juga yang mengadukan masalah lain seperti gaji yang tidak dibayar dan upah di bawah ketentuan minimum. “Beragam pengaduannya,” ujar Prita singkat.

Nantinya, sebut Prita, pengaduan yang masuk bakal ditindaklanjuti. Setelah keseluruhan data dan berkas lengkap, maka akan dilakukan pemeriksaan yang memakan waktu selama tiga hari. Perusahaan yang telat memberikan THR akan mendapatkan sanksi administratif.

”Itu (pengaduannya, red) akan kita proses, kalau memang harus ke lapangan, kita akan ke lapangan. Bagi perusahaan yang telat ini ada sanksi adminsitratif berupa denda 5 persen dari total THR yang disalurkan atau pembatasan kegiatan berusaha,” jelas Prita.

Adapun posko pengaduan THR ini dibuka mulai seminggu menjelang lebaran dan seminggu setelah lebaran nanti di Padang. Termasuk di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Payakumbuh, dan Sijunjung.

Dibuka sejak menerima Surat Edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2019 tertanggal 14 Mei 2019 tentang Pelaksanaan THR Keagamaan Tahun 2019 bagi Pekerja/Buruh di perusahaan. Dalam surat edaran ini, Prita menegaskan perusahaan diharapkan membayar THR seluruh karyawan paling lambat 7 hari sebelum Idul Fitri atau Rabu (29/5).

Selain mengadu dengan mendatangi langsung posko, masyarakat bisa mengadu dengan menghubungi nomor 081267774450 untuk area Sijunjung, Dharmasraya, Kota Solok, Kabupaten Solok dan Solok Selatan dan Sawahlunto. Lalu, ke 082389523456 untuk area Payakumbuh, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, dan Padang Panjang.

”Sementara area Pesisir Selatan, Mentawai, Kota Padang, Pariaman dan Kota Pariaman bisa menghubungi nomor 08126773641. Sedangkan, area Padang bisa langsung ke provinsi atau ke UPTD Padang,” terang Prita.

Teakhir, Prita berharap, semua perusahaan di Sumbar taat aturan pembayaran THR kepada karyawannya. Bagi pekerja-pekerja yang belum mendapatkan THR, dia menyebutkan, telah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) di posko pengaduan. Untuk itu, silahkan mereka melaporkan keluhannya.

”Silakan melapor bagi yang belum mendapatkan THR, itu akan kita proses, mudah-mudahan selesai (THRnya, red),” pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri menuturkan, THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Dia menyarankan, agar pembayaran THR dilakukan dilakukan paling lambat 2 pekan sebelum lebaran sehingga pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan baik.

Pemberian THR ini, lanjut Hanif, harus sesuai dengan ketentuan Permenaker No. 6 Tahun 2016 yang menyebutkan besaran THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR 1 bulan upah.

Untuk pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR-nya diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan upah.

Sementara itu, bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, besaran THR-nya berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. (mil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top