Close

Disnakerin Padang Helat Pelatihan Tata Boga dan Barista

PEMBUKAAN Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota padang Endrizal membuka pelatihan barista dan tata boga yang diikuti sebanyak 32 peserta.

PADANG, METRO–Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang latih seba­nyak 32 orang pencari kerja di Kota Padang diberi pelatihan tata boga dan barista. Pelatihan ini untuk me­ningkatkan keahlian (live skill) tenaga kerja di Kota Padang.

Kadisnakerin Kota Pa­dang Ir Dian Fakri melalui Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas (Pentalattas) Widia Afriyanti SSTp MM me­ngatakan,pelatihan diberikan berdasarkan unit kompetensi Program Pe­lati­han Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja tahun 2022.

“Dari 32 orang peserta itu, 16 orang di antaranya diberi pelatihan tata boga dan 16 orang pelatihan barista. Jadi masing-ma­sing 16 orang. Mereka pencari kerja dari beberapa kecamatan di Padang,” ujar Widia, Senin (7/3).

Widia menjelaskan, pe­latihan diberikan untuk meningkatkan keteram­pilan dan kompetensi calon tenaga kerja di Kota Pa­dang, agar mereka memi­liki daya saing di pasar kerja atau berusaha secara mandiri.

Di sisi lain agar bisa terserap di pasar kerja sehingga mampu mengura­ngi jumlah pengangguran di Kota Padang. Pasalnya, kondisi umum tenaga kerja di Kota Padang saat ini sangat kompleks dan multi dimensi. Jumlahnya pada tahun 2020 mencapai 56.014 orang.

“Nah untuk mencapai standar kompetensi peserta pelatihan tata boga dan pelatihan barista ini dilaksanakan selama 15 hari atau 120 jam pelajaran dari 7-23 Maret di LPK Royal Asia College Padang,” sebut Widia.

Mewakili Wali Kota Pa­dang Asisten Bidang Pe­rekonomian dan Pemba­ngunan Setda Kota Padang Endrizal menyampaikan, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2021, ang­ka pengangguran  di Kota Padang mencapai 64.234 orang.

“Salah satu upaya Pemko Padang dalam me­ngu­rangi angka pengangguran adalah peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja melalui pelatihan kompetensi ini,” ujar Endrizal.

Untuk itu, para peserta pelatihan diminta untuk mengikuti pelatihan de­ngan baik dan memanfaatkan waktu pelatihan semaksimal mungkin agar nantinya berkompetensi dalam bidang tata boga dan barista. “Minimal men­jadi pengusaha coffee shop. Penghasilan minimal Rp5 juta bisa lebih. Selesai pelatihan ini harus jadi pe­ngusaha,” ucap Endrizal. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top