Menu

Diskoperindag Pasbar Usulkan 18 Ribu BPUM

  Dibaca : 121 kali
Diskoperindag Pasbar Usulkan 18 Ribu BPUM
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

PASBAR,METRO–Sebanyak 18 ribu pelaku usaha di Kabupaten Pasa­man Barat (Pasbar), telah diusulkan untuk mem­pe­roleh Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk 2021 dari pemerintah pusat.

“Hingga saat ini sudah 18 ribu pelaku usaha yang masuk data bakal penerima bantuan. Jika ada lagi pe­laku usaha yang ingin mem­peroleh bantuan akan kami teruskan ke kementerian,” kata Plt Kepala Dinas Ko­perasi dan UKM Pasbar, Sukarni kemarin.

Ia mengatakan, dengan tidak adanya batasan waktu pendaftaran maka pihak­nya masih menerima pen­daftaran jika ada pelaku usaha yang ingin mem­peroleh bantuan.

Untuk pengajuan per­mohonan masyarakat yang memiliki usaha bisa me­lapor ke kantor nagari atau desa masing-masing.

Setelah itu baru nanti pihak nagari atau desa akan mengajukan ke Dinas Kope­rasi dan UKM untuk diusul­kan ke Provinsi Sumbar.

“Berbeda dengan 2020, saat ini pengusulan hanya melalui nagari atau desa. Tahun lalu pengusulan bisa melalui bank dan kelem­bagaaan lainnya,” sebut­nya.

Menurutnya pelaku usa­ha dalam pengajuan per­mo­honan harus memenuhi persyaratan yang ditentu­kan.

Diantara persyara­tan­nya adalah Surat Ketera­ngan Usaha (SKU) atau Nomor Induk Berusaha (N­IB). Kemudian disertakan surat pernyataan yang di­tan­datangani dengan me­lam­pirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Foto Copy Kartu Kelurga (KK) serta profil pelaku usaha disaat pendaftaran usulan.

Kemudian nagari induk atau nagari persiapan me­reka­pitulasi usulan tersebut dengan format exel dan menyampaikan soft vopy dan Hard copy kepada Di­nas Koperasi dan UKM Pas­bar, beserta persyaratan lainnya.

Saat mengajukan per­mo­ho­nan bantuan pemo­hon harus mengisikan dua lembar blangko yang harus diisi.

Pertama blanko atau formulir surat pernyataan. Blangko ini wajib diisi untuk menyatakan bahwa data ini benar-benar asli dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kedua formulir data pe­laku usaha mikro kecil me­ne­ngah atau UMKM yang berisi data pribadi dan data usaha.

“Bantuan ini bagi pelaku usaha UMKM dan data ini untuk diajukan ke pusat. Untuk informasi selanjut­nya silahkan kunjungi kan­tor Walinagari dimana ber­domisili,” katanya.

Untuk menghidari ke­ru­mu­nan di saat pendaftaran, katanya usulan BPUM ter­sebut maka pendaftaran usulan dilakukan nagari induk atau nagari persia­pan.

“Kita tetap memper­hatikan protokol kesehatan. Untuk menghindari keru­munan maka pendaftaran dilakukan di masing-masing kantor nagari atau desa yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) saat ini se­besar Rp 1.200.000 dan akan diusulkan ke pemerintah pusat melalui Dinas Ko­perasi dan UKM Pasbar.

“Saat ini sudah ada ban­tuan yang disalurkan ke­pada pelaku usaha yang langsung dari bank penya­lur langsung ke re­ke­ning penerima,” ujar­nya. (end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional