Menu

Diskoperindag dan UMKM Gelar Pelatihan Koperasi, 79 Koperasi Aktif, 50 Unit Mati Suri

  Dibaca : 230 kali
Diskoperindag dan UMKM Gelar Pelatihan Koperasi, 79 Koperasi Aktif, 50 Unit Mati Suri
BUKA PELATIHAN—Bupati Solol Gusmal membuka pelatihan koperasi agar Koperasi berjalan sesuai peranan sebagai penunjang ekonomi masyarakat.

SOLOK, METRO
Pemahaman tugas dan profesionalitas pengurus koperasi menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemko) Solok. Perhatian ini jelas dalam mempertahankan eksistensi koperasi sebagai salah satu penunjang sector perekonomian masyarakat.Bupati Solok, Gusmal mengatakan, bahwa pembentukan sebuah koperasi didasari dengan undang-undang (UU) dan aturan yang berlaku. Salah satu tujuan dari dibentuknya koperasi ialah untuk mensejahterakan anggota koperasi serta mencari laba untuk organisasi koperasi itu sendiri.

Untuk itu seluruh pembukuan harus jelas dan transparan. Pembentukan sebuah koperasi juga didasari dengan kesamaan kebutuhan dan tujuan, ”Dengan adanya koperasi di lingkungan masyarakan, maka secara tidak langsung akan membantu perekonomian anggota maupun masyarakat,” ujar Gusmal.

Gusmal mengimbau kepada peluruh pengurus untuk menggunakan koperasi sebagai wadah untuk membangun sebuah usaha yang berkelanjutan, sebab koperasi yang aktif juga akan menunjang perekonomian suatu daerah

Untuk itu Gusmal menegaskan kepada Dinas Koperindag dan UMKM untuk selalu memberikan binaan koperasi beserta pengurusnya. Dijelaskannya, koperasi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dalam dunia usaha. Atas dasar itu mendorong tumbuh dan berkembangnya koperasi merupakan hal yang sangat penting. Pada sektor ekonomi, Pemkab Solok selalu memandang penting keberadaan Koperasi. Untuk itu perlu terus diusahakan tumbuhnya Koperasi yang sehat sebagai penopang ekonomi masyarakat dan daerah.

Pemerintah memiliki kewajiban untuk mendampingi atau membina serta memberikan pengawasan. Dan berbagai program dalam bentuk pembinaan, pelatihan dan bimtek dilakukan untuk mewujudkan koperasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga sehat. “Kalau setiap tahun masih ada koperasi yang menyatakan non aktif, atau bubar, ini kegagalan bagai kita dalam pembangunan ekonomi, maka dalam hal ini, dinas terkait tidak boleh main-main, koperasi termasuk juga dalam persoalan serius dan mendesak,” harap Gusmal.

Dari data Dinas Koperindag UMKM Kabupaten Solok, menurut Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Solok, Eva Nasri, pada 2019 lalu ada penambahan 4 koperasi baru dan total jumlah koperasi di wilayah Kabupaten Solok sebanyak 129 koperasi dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 79 koperasi dan tidak aktif sebanyak 50 koperasi.

Dikatakan Eva, sepanjang 2019 lalu, sudah dilakukan pelatihan terhadap koperasi sebanyak Tiga kali, terutama permasalahan akuntansi dan manajemen, dan tahun ini sebenarnya ada beberapa jadwal yang disiapkan, namun urung dilakukan karena pandemi Covid-19. “Sekarang kita fokuskan dulu pembinaan pada koperasi yang masih aktif, sebab tujuan kita bagaimana mempertahankan koperasi yang ada sekarang,” kata Eva.

Lalu, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap koperasi-koperasi yang sudah menyatakan bubar, kemudian dilakukan sosialisasi oleh tim lapangan kepada pengurus koperasi tersebut, hingga ada beberapa koperasi yang bakal diaktifkan kembali. “Tahun ini telah ada calon koperasi yang bakal tumbuh sebanyak 5 koperasi, dan saat ini kami melalui tim lapangan sedang memberikan sosialisasi dan arahan berkelanjutan,” tambah Eva. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional