Menu

Diskominfo Kota Solok dan BBS Gelar Diseminasi Bahasa di Ruang Publik

  Dibaca : 57 kali
Diskominfo Kota Solok dan BBS Gelar Diseminasi Bahasa di Ruang Publik
DISEMINASI--Suasana kegiatan diseminasi penggunaan bahasa di ruang publik yang dihelat Diskominfo dan Balai bahas Sumbar (BBS).

SOLOK, METRO–Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Solok bekerja sama dengan Balai Bahasa Sumatera Barat (BBS), gelar kegiatan diseminasi peng­gunaan bahasa di ruang publik. Kepala Balai Bahasa Sumbar, Aminulatif menyebutkan, dalam acuan penggunaan bahasa Indonesia, tidak lagi menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tapi sudah mengacu pada PUEBI, seba­gaimana yang diatur dalam Permendikbud No.50/2015.

Kegiatan desiminasi bahasa yang diikuti peserta dari perwakilan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Solok yang juga sebagai fungsional peneliti pada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat.

Menurutnya, masih banyak ditemukan penggunaan Bahasa Indonesia yang salah atau kurang pas dalam kehidupan sehari-sehari, ini perlu diperbaiki secara bertahap melalui penyuluhan. “Tanpa disadari banyak ditemukan kesalahan-kesalahan dalam peng­gunaan Bahasa Indonesia ditengah masyarakat, termasuk juga media massa,” kata Aminulatif.

Salah satu sarana untuk mencerdaskan masyarakat adalah melalui media massa, dengan penyajian informasi dan tulisan yang mengacu pada kaidah-kaidah penggu­naan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ia menjelaskan berbagai kaidah bahasa Indonesia dan beberapa contoh kesalahan berbahasa Indonesia yang sering terjadi di media massa. Ia juga mengingatkan semua pihak untuk mencari padanan kata asing dalam bahasa Indonesia.

Aminulatif menyebutkan, bahwa inilah sebuah tantangan sekaligus kewajiban bagi Lembaga pemerintah untuk tetap menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pelayanan kepada masya­rakat,” tuturnya.

Aminulatif berharap deng­an penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam komunikasi resmi pemerintahan dapat meningkatkan martabat Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara.

Di samping ancaman bahasa asing, penggunaan bahasa daerah di beberapa dae­rah lebih dominan bahkan terjadi pada layanan publik. Karena sebagian masyarakat me­nganggap Bahasa Indonesia terlalu kaku sehingga kesulitan untuk berekspresi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Zulfadli, didampi­ngi Kabid IKP, Yon Hasdian dan Kasi Informasi Publik, Beny Junaidi berharap seluruh peserta diseminasi mendapatkan pencerahan mengenai pentingnya membudayakan Bahasa Indonesia terutama da­lam aktivitas bekerja pada lembaga pemerintah.

“Demi terus mempertahankan serta melindungi bahasa dan sastra Indonesia, Dinas Kominfo menjalin kerjasama dengan Balai Bahasa Pro­vinsi Sumatera Barat agar ke­giatan ini dapat terlaksana dan diikuti dengan serius oleh seluruh peserta perwakilan OPD di lingkungan Pemko Solok,” ujar Zulfadli.

Sebelumnya, peserta me­ngikuti kegiatan tes kemampuan awal bagi para peserta dan penjelasan serta simulasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) oleh Koordinator Tim UKBI, Andriana Yohan. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional