Menu

Disidang di PN Payakumbuh, 2 Penjual Miras Divonis Bayar Denda

  Dibaca : 511 kali
Disidang di PN Payakumbuh, 2 Penjual Miras Divonis Bayar Denda
SIDANG TIPIRING— Penyidik Pol PP menghadirkan saksi-saksi dalam sidang Tipiring di PN Payakumbuh, Jumat (10/1) dengan terdakwa dua orang penjual miras.

PAYAKUMBUH, METRO–Kasat Pol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Devitra, membawa dua orang penjual dan pembuat miras jenis tuak ke meja hijau di Pengadilan Negeri Payakumbuh, Jalan Sukarno Hatta. Mereka langsung menjalani sidang Tipiring (tindak pidana ringan), Jumat (10/1).

Terdakwa NTT (57) yang beralamat di Kelurahan Labuah Basilang, ditangkap Tim 7 Penegak Perda Kota Payakumbuh, 31 Desember 2019 lalu. Dia terbukti menjual dan mengelola miras jenis tuak dan dijatuhi vonis oleh hakim tunggal PN Payakumbuh, Gusti Ade, SH dengan Rp1 juta rupiah subsider 15 Hari kurungan.

Sedangkan untuk terdakwa KS (51), terbukti menjual miras jenis tuak di kawasan Ibuah, dijatuhi vonis hakim tunggal PN Payakumbuh, Agung Dermawan, pidana denda Rp300 ribu dengan subsider 3 hari kurungan.

NTT divonis pidana denda oleh Hakim PN Payakumbuh jauh lebih besar dari KS, karena peranya tidak hanya sekesar menjual, tetapi dirinya juga mengelola Miras jenis Tuak itu. Dan saat Razia dirumahnya Tim 7 berhasil mengamankan 750 liter tuak di lokasinya. Sedangkan barang bukti untuk terdakwa KS hanya 75 liter.

”Memang di awal tahun ini penyidik PNS Satpol PP kembali mengajukan tuntutan atas perkara pelanggaran Pasal 15 jo pasal 6A ayat 4 Perda No 12 tahun 2016 tentang Pencegahan, Penindakan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Maksiat ke PN Payakumbuh dalam sidang Tipiring,” sebut Devitra, usai putusan vonis dua terdakwa.

Disampaikan Kasat Pol PP, dalam pasal 6A ayat 4 Perda itu disebutkan bahwa “Setiap orang atau kelompok orang dilarang membawa, menyediakan, mengedarkan, menguasai, menerima, menyimpan, memperjual belikan minuman keras di daerah tanpa izin pemerintah”. Atas perbuatannya Kedua pelaku terbukti melanggar Perda dan divonis Hakim PN Payakumbuh beragam.

”Untuk terdakwa atas nama NTT (57) divonis Hakim dengan putusan pidana denda 1 juta rupiah dan subsider 15 hari kurungan. Sedangkan terdakwa kedua atas nama KS (51) yang menjual miras di kawasan pasar Ibuh dengan putusan hakim denda 300 ribu subsider 3 hari kurungan,” jelas Kasat.

NTT disemapaikan Kasat, divonis jauh lebih tinggi dari KS karena yang bersangkutan menjual dan mengelola Miras jenis Tuak dengan jumlah 750 liter. Sedangkan KS hanya menjual dan hanya memiliki 75 liter Miras jenis Tuak.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2019 lalu Pol PP telah menaikan kasus pelanggaran Perda ke PN Payakumbuh sebanyak 13 Kasus. Rata-rata terkait Kasus kepemilikan Miras jenis Tuak. Bahkan, herannya ada orang yang sama melakukan perbuatan menjual Miras kembali usai divonis.

Namun, Kasat Pol PP mengimbau agar tidak ada lagi Pelanggar Perda yang dibawa Kemeja Hijau untuk menjalani sidang Tipiring kedepan. Untuk itu dirinya mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan perda yang sudah dibuat. Namun jika masih kedapatan pelaku yang sama, tentu hukumannya jauh lebih tinggi lagi.

Sedangkan Penyidik PNS Pol PP, Ricky Zaindra untuk kedua terdakwa, mengajdirkan saksi-saksi yang melihat dan menyaksikan langsung apa yang dilakukan terdakwa. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional