Close

Dishub Sumbar Rapat Forum Lalin dan LLAJ

SAMBUTAN—Wabup Tanahdatar Richi Aprian berikans ambutan saat membuka forum LLAJ.

TANAHDATAR, METRO–Dinas Perhubungan Pro­vinsi Sumatera Barat melaksanakan rapat Forum Lalu Lintas dan Ang­kutan Jalan (LLAJ) dengan tema Kendaraan yang ber­keselamatan wacanakah ? Atau perlu diimplementasikan ? yang dibuka oleh Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Selasa (2/8) di Batusangkar.

Rapat Forum LLAJ yang diikuti oleh seluruh anggota Forum se Sumatera Ba­rat tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Heri No­viardi, yang mewakili Dir­lantas Polda Sumbar, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah III Provinsi Sumatera Barat Hardono, Wakil Ketua DPD IPKBI (Ikatan Penguji Kendaraan Bermotor Indonesia) Ana Nadia Abrar, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup Richi mengatakan dengan diadakannya Forum LLAJ disini akan mampu memberikan dampak bertambah meningkatnya kunjungan wisata ke Tanah Datar.

Menurutnya Forum LLAJ ini merupakan kebijakan pemerintah di bidang transportasi demi terciptanya sistem transportasi yang terpadu dan mampu mengakomodir mobilitas orang dan barang dengan lancar untuk mendukung perekonomian dan aktivitas masyarakat sebagaimana yang diamanahkan dalam PP 37 tahun 2011 tentang Forum Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung tema yang diangkat pada pada Forum LLAJ hari ini, yaitu “Kendaraan Yang Berkeselamatan, Wacanakah?   Atau  Perlu Diimplementasikan?”.  Hal ini tentu berpulang kepada kita semua yang hadir di ruangan ini,  terutama para insan perhubunganlah yang akan bersinergi hari ini untuk mendiskusikannya, sehingga menghasilkan solusi yang tepat berupa program-program kerja yang efektif yang dapat dieksekusi dalam mendukung terwujudnya kendaraan yang berkeselamatan,” ujar Richi.

Kondisi kabupaten Ta­nah Datar saat ini menurut Wabup Richi, jumlah korban lakalantas dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Selain itu a­danya perlambatan pada beberapa ruas jalan juga mengakibatkan seringnya terjadi kemacetan, seperti di pasar Koto Baru, Lembah Anai dan juga ruas jalan dari Kubu Kerambil menuju Batusangkar.

“Khusus ruas jalan Ku­bu Kerambil menuju Batusangkar terutama di kelok Sikumbang yang merupakan pintu masuk ke Kota Batusangkar telah sering terjadi kecelakaan mobil turun aspal dan masuk ke jurang bahkan masuk ke halaman rumah penduduk yang ada disekitar lokasi. Ini tentu perlu kajian yang mendalam dan perbaikan sarana dan prasarana keselamatan jalan, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambah Wa­bup.

Selain itu tambah Wa­bup Richi, upaya pener­tiban kendaraan Over Dimension Dan Over Load (ODOL) juga perlu diting­katkan, karena hal ini juga sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Karena penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan bersifat lintas sektor, besar harapan kami tertumpang kepada forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dinas Perhubungan se- Sumatera Barat, mencarikan solusi yang terbaik demi kelancaran, kenyamanan dan keselamatan transportasi di wilayah kabupaten Tanah Datar khususnya dan wilayah provinsi Sumatera Barat umumnya,” pungkasnya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top