Menu

Dishub Kekurangan 31 Halte Trans Koridor Bypass, Baru 3 BUMN Berpartisipasi

  Dibaca : 103 kali
Dishub Kekurangan 31 Halte Trans Koridor Bypass, Baru 3 BUMN Berpartisipasi
HALTE MINI TRANS— Sejumlah halte-halte mini sudah dipasang di kawasan Bypass untuk mempercepat dibukanya koridor Bypass Trans Padang oleh. (romi rahmat/posmetro)

MATOAIA, METRO – Ada pemandangan baru di sepanjang Bypass—, dari arah Teluk Bayur sampai Bypass-Anak Aia. Sejumlah halte mini terlihat di cor beton di pinggir-pinggir jalan. Namun, jumlahnya sedikit jarang dan saling berjauhan.

Pantauan POSMETRO, Selasa (12/11), titik lokasi halte mini terdapat di kawasan Bypass-Lubuk Minturun. Ukuran haltenya terlihat kecil dan tidak memakai tempat duduk atau berteduh seperti halte-halte lainnya.

Sedangkan, di depan kantor Balaikota Aiapacah, para pekerja tengah membangun halte Trans Padang permanen, seperti halte-halte Trans Padang di Khatib Sulaiman, dan Imam Bonjol.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang Dian Fakri, mengakui halte itu baru berjumlah 34 unit. Sementara untuk memenuhi kebutuhan di sepanjang jalan Bypass, masih butuh 40 unit lagi. Karena jumlahnya kurang, jarak halte sangat berjauhan.

Sampai saat ini, sebut Dian, Dishub masih mengupayakan dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan dan BUMN. Namun, yang sudah pasti baru 9 titik. Yakni dari PLN 5 titik, PT Pelindo 1 titik, Hotel Whiz 1 titik, BRI 2 titik.

“Masih ada kekurangan sebanyak 31 titik lagi.

“Kita berharap perusahaan atau BUMN serta BUMN yang belum berkontribusi, agar ikut membangun pula. Karena nanti, mereka bisa menempelkan iklan mereka di sana,” sebut Dian Fakri.

Karena keterbatasan halte dan keterbatasan waktu yang tersedia, bus Trans Pasang yang direncanakan bisa dioperasionalkan di penghujung tahun 2019 ini, tidak bisa dioperasionalkan.

Rencananya, untuk koridor Bypass nanti dimulai awal tahun 2020. Saat ini, telah asa 10 unit bus yang akan distanbykan untuk memenuhi rute Bypass-Teluk Bayur hingga Anak Aia.

Seiring dengan itu, Pemko Padang bersama Perumda Padang Sejahtera MAndiri (PSM) juga masih merumuskan tentang pengadaan bus Trans Padang untuk koridor Bypass dan koridor lainnya dengan melibatkan para pengusaha angkutan.

“Jadi nantinya untuk pengadaan bus ini, kita akan serahkan ke Perumda untuk pengelolaannya,” kata Dian.

Sementara itu, menjelang ada penambahan bus, sepanjang koridor Bypass, penumpang akan diturunkan dengan menggunakan halte. Namun, bagi titik halte yang masih kosong, penumpang akan diturunkan di bahu jalan melalui pintu depan (samping sopir).

“Jadi meski tak ada haltenya, penumpang tetap bisa diturunkan. Tapi, tentu harus dari pintu depan samping sopir agar rendah dan bisa langsung turun,” pungkas Dian. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional