Menu

Disetujui ANRI dan Wako Solok, DKP Lakukan Pemusnahan Arsip

  Dibaca : 107 kali
Disetujui ANRI dan Wako Solok, DKP Lakukan Pemusnahan Arsip
ARSIP— DPK Kota Solok melakukan pemusnahan arsip yang tidak mempunyai nilai guna dan telah melampaui jangka waktu penyimpanan atau arsip yang sudah habis masa retensinya sesuai dengan Jadwal Retensi Arsip (JRA).

SOLOK, METRO – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok, Yul Abrar memimpin kegiatan pemusnahan arsip Kamis (21/3). Pemusnahan arsip ini meliputi arsip Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok.

“Arsip yang dimusnahkan adalah arsip yang tidak mempunyai nilai guna dan telah melampaui jangka waktu penyimpanan atau arsip yang sudah habis masa retensinya sesuai dengan Jadwal Retensi Arsip (JRA),” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Ermis.

Ermis juga mengatakan, pemusnahan arsip ini telah mendapat persetujuan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan juga telah disetujui oleh Wali Kota Solok dengan surat keputusan Nomor : 188.46-308 Tahun 2019 tanggal 1 Februari 2019.

“Arsip yang dimusnahkan adalah arsip fasilitatif yang berjumlah 2.655 berkas dengan kurun waktu 1972 sampai dengan 2012. Dengan rincian sebagai berikut, arsip BKPSDM berjumlah 1.354 berkas yang terdiri dari arsip umum, dan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berjumlah 1.301 berkas yang terdiri dari 382 berkas arsip keuangan dan 919 berkas arsip umum,” tukas Ermis.

Kepala DPK, Yul Abrar mengatakan, tujuan pemusnahan arsip ini adalah untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja serta penyelamatan informasi arsip itu sendiri dari pihak-pihak yang tidak berhak untuk mengetahuinya. Selain itu, dalam pemusnahan arsip ini tentu pihaknya patuh pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan dalam pasal 52 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap lembaga negara dan lembaga yang terkena kewajiban berdasarkan Undang-Undang ini dilarang melakukan pemusnahan arsip tanpa prosedur yang benar.

“Dan pemusnahan arsip ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar dan telah mendapat persetujuan dari Kepala ANRI sehingga aman dan tidak merugikan lembaga dan masyarakat,” tandas Yul Abrar.

Pelaksanaan pemusnahan arsip dilakukan dengan cara penghancuran fisik melalui pembakaran. Kegiatan ini diawali dengan pemusnahan arsip BKPSDM dilakukan oleh Sekretaris BKPSDM, Edy Martin, dan dilanjutkan pemusnahan arrsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dilakukan oleh Yul Abrar. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional