Menu

Diserahkan Langsung kepada Gubernur Sumbar, Tanoto Foundation Bantu 100 Unit Oksigen Konsentrator

  Dibaca : 69 kali
Diserahkan Langsung kepada Gubernur Sumbar, Tanoto Foundation Bantu 100 Unit Oksigen Konsentrator
TERIMA BANTUAN OKSIGEN— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menerima bantuan 100 unit oksigen konsentrator dari Perwakilan Tanoto Foundation, Gunawan di Istana Gubernur, Selasa malam (24/8).

PADANG, METRO–Tanoto Foundation me­lalui PT Apical kembali memberikan bantuan be­rupa 100 unit oksigen ko­sentrator untuk pena­nga­nan Covid-19 pada 10 Ru­mah Sakit (RS) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

“Unit usaha kami di Sumbar menerima banyak kemudahan dalam pe­ngu­rusan perizinan ketika Gu­bernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah masih men­jabat sebagai Wali Kota Padang. Ini membuat kami tergugah untuk bisa ikut membantu meringankan beban dalam penanganan Covid-19 di Sumbar,” ung­kap perwakilan Tanoto Foun­dation, Gunawan di Istana Gubernur, Selasa malam.(24/8).

Menurutnya, Sumbar adalah salah satu daerah yang paling banyak mene­rima bantuan Tanoto Foundation. Sebelumnya juga sudah disalurkan 18 ton oksigen cair guna meme­nuhi kebutuhan oksigen di RS. “Dari 2.000 unit yang disalurkan di seluruh dae­rah di Indonesia, Sumbar adalah salah satu yang terbanyak mendapatkan bantuan ini,” ujarnya.

Gunawan menyebut se­belum menyalurkan ban­tuan ke daerah, pihaknya berkomunikasi dengan Ke­menterian Kesehatan RI, dan Sumbar memang men­jadi salah satu daerah yang direkomendasikan untuk mendapatkan lebih banyak oksigen konsentrator.

Disebutkannya, ok­si­gen konsentrator dipilih karena bisa langsung di­man­faatkan oleh RS, tanpa harus diolah terlebih da­hulu seperti oksigen cair.

Oksigen konsentrator cukup disambungkan ke listrik sudah bisa langsung digunakan. Satu alat bisa untuk dua orang.

Sementara itu, Guber­nur Sumbar, Mah­yeldi An­sharullah mengucapkan terima kasih atas bantuan Tanoto Foundation yang telah dua kali membantu Sumbar dalam penanga­nan Covid-19.

Ia menerangkan saat ini satu-satunya daerah di Sumbar yang terkena ke­bijakan PPKM Level 4 ada­lah Kota Padang. Sa­lah satu penyebabnya adalan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RS atau BOR yang cukup ting­gi.

Padahal, Kota Padang sebagai Ibu Kota Provinsi Sumbar menerima rujukan pasien Covid-19 dari se­luruh daerah di Sumbar bahkan dari luar Provinsi Sumbar. “Kalau yang dila­yani hanya warga Kota Padang, BOR-nya pasti ren­dah. Tapi inilah dinamika yang harus dihadapi,” ujar­nya.

Solusi yang bisa dila­kukan menurut Mahyeldi, adalah dengan menambah oksigen konsentrator dan ventilator untuk RSUD di kabupaten dan kota, agar bisa menangani pasien Covid-19. Setidaknya untuk gejala ringan dan sedang. Sehingga pasien yang di­rujuk ke Padang tidak ter­lalu banyak lagi.

Dengan demikian BOR Rumah Sakit di Kota Pa­dang bisa turun dan lepas dari kebijakan PPKM Level 4. Oksigen konsentrator yang dibantu Tanoto Foundation menurutnya akan disebar pada 10 RS di Sum­bar. Di antaranya RSUD Pariaman sebanyak 14 unit, RSUD Padang Panjang (10 unit), RSUD Lubuk Basung (10 unit), RS. Jiwa Prof. Dr. Hasan Basri Saanin (6 unit), RS. Universitas Andalas (14 unit).

Kemudian RSUD Mo­hammad Natsir (10 unit), RSUD Lubuk Sikaping (10 unit), RSUD Muara Labuh (6 unit), RSUD Kepulauan Mentawai (5 unit), dan RS­UD Achmad Mochtar (15 unit).

Ikut dalam acara ter­sebut perwakilan PT Apical Julius Tarigan, Kepala Di­nas Kesehatan dan Sekre­taris Dinas Kesehatan Sum­bar.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional