Menu

Disdik Pastikan Kesiapan Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib Tes Swab

  Dibaca : 151 kali
Disdik Pastikan Kesiapan Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib Tes Swab
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi

AZIZ CHAN, METRO
Mulai Januari 2021 mendatang, Pemko Padang berencana akan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. Sebagai bentuk persiapan, Dinas Pendidikan Kota Padang sudah meminta kepada pihak sekolah untuk menyiapkan seluruh sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), sosialisasi, termasuk perencanaan kegiatan PBM di saat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan menjelang awal Januari nanti, Tim Satgas Covid-19 Kota Padang akan melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah. Verifikasi ini dalam rangka untuk memastikan bahwasanya sekolah sudah siap melaksanakan PBM tatap muka.

“Apakah sekolah sudah memenuhi syarat terkait protokol kesehatan dan lain sebagainya. Ini akan menjadi pertimbangan bagi Satgas Covid-19 untuk melakukan penilaian,” ujar Habibul.

Ia mengungkapkan, jika dalam verifikasi nantinya sekolah itu dinilai sudah siap untuk tatap maka akan terbitkan surat izinnya. Sebaliknya bagi sekolah yang belum siap, diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri. Sehingga dengan demikian, PBM yang diselenggarakan itu diyakini aman dari penularan Covid-19 dan sekaligus PBM yang dilaksanakan itu berkualitas.

Selain itu, Habibul mengatakan, bahwa para guru yang akan mengajar para siswa di sekolah saat tatap muka wajib mengikuti tes swab. Tidak saja guru, tenaga kependidikan lainnya seperti pegawai perpustakaan, sekuriti dan seluruh orang yang bekerja di lingkungan sekolah juga wajib tes swab.

“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan bahwasanya guru dan tenaga kependidikan wajib untuk tes swab,” tandasnya.

Sementara anak-anak terangnya, tidak wajib melakukan tes swab. Namun kalau ada yang sakit maka diizinkan untuk tidak belajar. Tak hanya itu, kafe yang berada di dalam lingkungan sekolah belum diizinkan untuk dibuka. Maka oleh karena itu, diminta kepada orang tua agar membekali anak-anaknya dari rumah.

“Kafe di sekolah belum kita buka untuk meminimalisir dan menghindari terjadinya kerumuman yang berpotensi menjadi penularan Covid-19,” ungkap Habibul.

Untuk itu, Habibul berharap semua pihak dapat mendukung PBM tatap muka ini nantinya. Tidak hanya pihak sekolah, namun juga orang tua dan masyarakat. “Jangan sampai anak-anak kita ini menjadi tertular oleh Covid-19 justru disaat sekolah dibuka,” pintanya.

DPRD Dukung PBM Tatap Muka
Terpisah, rencana dibukanya kembali PBM secara tatap muka bagi SD dan SMP di Kota Padang diapresiasi oleh Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Padang Muharlion. Menurutnya, sudah saatnya Kota Padang melaksanakan PBM secara tatap muka dengan mentaati protokol Kesehatan Covid-19.

“Keterbatasan fasilitas pendukung hingga ketidaksiapan siswa dan orang tua untuk belajar daring membuat sistem pembelajaran daring tidak begitu efektif. Imbasnya, capaian akademik siswa berpeluang tertinggal dibandingkan jika dilakukan PBM tatap muka,” ujar Muharlion.

Ia menambahkan, jika sekolah kembali dibuka, proses belajar mengajar harus dibagi dua shift proses pembelajaran dalam satu kelas. Selain itu, tidak diberlakukan jam istirahat sekolah, seperti PBM sebelum pandemi Covid-19.

“PBM tatap muka adalah perlu, karena dapat memberikan pendidikan karakter ke siswa. Oleh karena itu, saya sangat mendukung jika PBM secara tatap buka kembali dibuka,” ucapnya.

Ia meminta, ketika sekolah kembali dibuka harus menerapkan protokol kesehatan yang jelas. Hal ini bertujuan mencegah timbulnya klaster baru. “Prinsipnya, guru yang akan memberikan pembelajaran harus dilakukan swab. Selain itu, orang tua memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti PBM secara tatap muka. Di sini kunci utamanya selain penerapan protokol 3M di sekolah,” papar Sekretaris DPD PKS Padang ini. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional