Close

Disdik Kota Padang Siapkan Edaran Baru PTM

Habibul Fuadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.

SUDIRMAN, METRO–Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang menyiapkan edaran baru terkiat Pemba­lajaran Tatap Muka (PTM) bagi peserta didik tingkat SD dan SMP sederajat di Kota Padang. In­struksi pemerintah pusat terkait status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Ma­syarakat (PPKM) Kota Padang diputuskan atau diumumkan secara resmi oleh pemerintah pusat pada Senin (18/10) malam.

Kepala Disdik Kota Pa­dang Habibul Fuadi meng­ungkapkan, jika instruksi atau keputusan pemerin­tah sudah jelas, barulah Disdik mengeluarkan surat edaran baru terkait PTM di sekolah. Meski secara tidak langsung, Menteri Koor­dinator Perekonomian Air­langga Hartato menyebut, jika Kota Padang akan ke­luar dari PPKM level IV, pada Senin (18/10).

“Jika PPKM Kota Pa­dang ditetapkan di level III aTau II, tentu Disdik segera membuat surat edaran lagi ke sekolah-sekolah untuk kembali memulai PTM se­segera mungkin,” sebut Habibul, Senin (18/10).

Dijelaskan, aturan PTM sesuai dengan level PPKM. Di sana dijelaskan batasan-batasan apa yang diboleh­kan dan tidak dibolehkan selama PTM berlangsung di sekolah.

Di sisi lain, Pj Sekda Kota Padang Arfian juga mengakui hal yang sama. Pemko Padang sangat opti­mis bahwa Kota Padang bisa mengantongi PPKM level II, mengingat upaya gencar yang telah dila­kukan untuk mening­katkan pencapaian persen­tase vaksinasi.

“Persentase pen­ca­pai­an vaksinasi Kota Pad­ang sudah bagus. Kata pak Air­langga Hartanto kan begitu. Tapi bagaima­na­pun, nan­tilah kita lihat keputusannya dulu, baru kita pikirkan langkah selan­jutnya untuk menyikapi keputusan pe­merintah pu­sat tersebut,” terang Ar­fian.

Sebelumnya diketahui, Juru Bicara Covid-19 Sum­bar Jasman Rizal mengikut rapat bersama Menko Bi­dang Perekono­mian Air­langga Hartarto, Sabtu (16/10). Dalam rapat secara virtual itu melakukan pem­ba­ha­san evaluasi PPKM luar Pulau Jawa dan Bali.

Menko Airlangga me­nyampaikan, jika PPKM Kota Padang sudah level II dalam evaluasi rutin. Ha­nya saja semuanya akan menunggu instruksi resmi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Jasman menjelaskan, dalam rapat yang dihadiri sejumlah pemerintah pro­vinsi dan Satgas Covid-19 di luar Jawa dan Bali itu, Menko menjelaskan penu­runan level ditetapkan ka­rena sejumlah indikator yang dinilai sudah baik. Terutama capaian vaksi­nasi di Kota Padang.

Selain capaian persen­tase vaksinasi yang sudah menanjak naik, positivity rate di Kota Padang ren­dah, tingkat positif covid-19 sedikit, kesembuhan juga di atas 97 persen.

Berdasarkan data eva­luasi dari pemerintah pusat terangnya, tidak ada lagi daerah di Sumbar yang termasuk ke dalam PPKM Level 4. Satu termasuk PPKM level 3 yaitu Kota Solok. Sementara PPKM level 1 ada tiga daerah yaitu Kabupaten Padang­pa­riaman, Kota Pariaman, Padangpanjang. Sedang­kan sisa daerah lainnya termasuk ke PPKM level 2.

Untuk diketahui, Pemko Padang meski masih bera­da di PPKM level IV, namun tetap melaksanakan PTM terbatas dengan pene­ra­pan protokol kesehatan (prokes) ketat sejak Senin (4/10) lalu. Selain itu, bagi siswa SMP wajib sudah divaksin. Bagi siswa yang belum divaksin tetap me­lakukan proses belajar dari rumah.

Sedangkan untuk siswa tingkat SD tidak ada ke­wajiban syarat vaksin un­tuk PTM. Siswa SD bisa mengikuti PTM di sekolah dengan syarat dan keten­tuan yang sudah dike­luar­kan oleh masing-masing sekolah.

Saat PTM terbatas ini, pada Rabu (6/10) lalu, Dis­dik mengeluarkan surat edaran kepada setiap seko­lah, jika Pembelajaran Ta­tap Muka tetap dilaksa­nakan dengan ketentuan, siswa datang ke sekolah tidak memakai pakaian seragam sekolah (meng­gu­nakan baju bebas tapi sopan). Menyediakan wes­tafel pada setiap lokal, masker, alat ukur suhu, hand sanitaizer, sarung tangan karet dan toiletnya harus bersih serta menye­diakan sabun cair.

Dan kepada pihak se­kolah diminta awasi pene­rapannya. Agar klaster baru tak muncul dan kese­lamatan anak terjamin. “Pe­ngawasan ketat harus dilakukan dan peran wali murid juga mesti ada, ja­ngan serahkan pada seko­lah saja,” kata Habibul Fua­di, beberapa waktu lalu. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top