Menu

Disdik Klaim Persiapan PBM Tatap Muka 100 Persen, Ortu Boleh Pilih Belajar di Sekolah atau Online

  Dibaca : 140 kali
Disdik Klaim Persiapan PBM Tatap Muka 100 Persen, Ortu Boleh Pilih Belajar di Sekolah atau Online
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi

SUDIRMAN, METRO
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan, bahwa persiapan untuk memulai proses belajar dan mengajar (PBM) dengan sistem tatap muka yang direncanakan mulai 4 Januari mendatang sudah mencapai 100 persen. Saat ini, kata Habibul, sebagian besar sekolah sudah menyatakan kesiapannya ke Disdik Padang.

“Sebagian besar menyatakan sudah siap kepada kita. Hanya sebagian kecil saja yang belum siap karena berbagai pertimbangan,” kata Habibul.

Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar 420 unit Sekolah Dasar (SD) di Padang. Sementara SMP sebanyak 100 unit lebih. Semua sarana dan prasarana yang diperlukan sudah dipersiapkan. Seperti susunan bangku, alat mencek suhu tubuh. Bahkan semua guru yang berjumlah sekitar 13 ribu orang juga sudah dites swab.

Nantinya, kata Habibul, sekolah dimulai pada kelas tinggi. Misalnya, untuk tingkat SMP, minggu pertama untuk kelas IX, minggu kedua untuk kelas VIII dan minggu ketiga untuk kelas VII. Karena karena jam belajar dikurangi, maka untuk Senin, Selasa, Rabu hanya 20 orang satu lokalnya. Sisanya belajar Kamis, Jumat dan Sabtu.

“Mereka gantian belajarnya. Senin, Selasa, Rabu setengah. Sedangkan Kamis, Jumat dan Sabtu setengahnya lagi,” kata Habibul.

Selain itu terang Habibul, waktu masuk dan pulang juga dipangkas. Masuk sekolah pukul 07.30 WIB. Setelah melakukan rangkaian persiapan, diperkirakan mulai belajar pukul 08.00 WIB dan pulang sekitar pukul 10.00 WIB. “Intinya semua kita percepat,” tandas Habibul.

Saat belajar tatap muka di sekolah ungkapnya, anak harus diantar dan dijemput orang tua langsung. Anak tak diizinkan naik angkutan umum yang bisa bersentuhan dengan banyak orang. Anak harus memakai masker atau pelindung wajah. Sesampai di sekolah juga dicek suhu tubuhnya. Guru juga demikian. “Artinya semua elemen sekolah harus mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Tak hanya itu kata Habibul, bagi guru atau murid yang ditemukan demam, maka akan diminta beristirahat di rumah. Jika dicurigai gejala Covid-19, mereka akan diminta mengikuti tes dan menjalani isolasi.

“Artinya, nanti kota lihat dulu kasusnya. Bagi guru atau murid yang terinveksi,ya harus diisolasi,” tandas Habibul.

Namun terang Habibul, semua itu tergantung pilihan orangtua. Bagi orang tua yang anaknya tetap mengikuti belajar daring, masih tetap bisa daring. Guru akan tetap memberikan layanan belajar daring.

“Yang ingin belajar online, kita persilahkan. Yang ingin belajar tatap muka juga kita persilahkan. Namun harus mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional