Close

Disdag Padang Berlakukan Wajib Vaksin Masuk Mall dan Swalayan, 25 Persen Pengunjung Terpaksa Balik Kanan

PEMERIKSAAN KARTU VAKSIN— Pengunjung Basko Grand Mall diperiksa kartu vaksin atau aplikasi #Pedulilindungi sebelum masuk mall tersebut.

HAMKA, METRO–Dinas Perdagangan (Dis­dag) Padang telah mela­kukan  tindak lanjut dari su­rat edaran gubernur Sum­bar tentang aturan wajib vaksin bagi pengunjung mall dan swalayan aplikasi Pe­duliLindungi.

Menurut Kepala Disdag Padang Andree H Alga­mar, pihkanya juga telah mela­kukan sosialisasi wa­jib untuk masuk mall dan swalayan. Termasuk telah melakukan vaksinasi mas­sal terhadap perangkat mall dan swala­yan demi mencapai capaian vaksi­nansi massal di Kota Pa­dang.

Ia mengatakan, wajib vaksin masuk mall dan swa­layan telah berlaku hari ini (Kamis red) dengan mem­per­lihat­kan surat ke­te­ra­ngan telah divaksin dan dan melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Kita berharap dengan kebijakan ini masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19 me­mutus mata rantai covid-19 dan membentuk herd immunity masyarakat,” kata Ketua Purna Paskibraka Indonesia ( PPI) Sumatera Barat itu,” Kamis (7/10).

Sementara itu, dari in­for­masi yang dihimpun di  Basko Grand Mall berdam­pak sejak mulai diber­laku­kannya syarat wajib vaksin tersebut. Sekitar 25 persen pengunjung mall yang ter­lanjur datang terpaksa balik kanan atau tidak di­perbolehkan masuk ke da­lam mall.

Dikatakan General Ma­nager Basko Grand Mall Roby Wiryawan, bahwa pihaknya telah mengikuti aturan seperti yang sudah diedarkan oleh Pemerintah Daerah. Pihak mall telah melarang pengunjung ma­suk jika tidak ada surat ke­terangan vaksin atau telah terdaftar di aplikasi Pe­dulilindungi.

“Jika kami rata-ratakan, sekitar 150 orang pengun­jung yang akan masuk mall, ada sekitar 35 orang yang terpaksa balik kanan akibat tidak adanya syarat yang diminta. Meskipun hal itu berdampak bagi pe­ngun­jung mall, namun ka­mi ikut mendukung aturan tersebut supaya masya­rakat bisa sadar untuk wajib vaksinasi,” ujar Roby menerangkan.

Ia mengatakan, pihak­nya juga menunggu ara­han dari pemerintah soal tindak lanjut ke depannya terkait aturan tersebut.

“Apapun yang diarah­kan oleh pemerintah, kami akan ikuti dan dukung se­lama arahan tersebut baik bagi kita bersama,” kata­nya lagi.

Sebelumnya, Peme­rin­tah Provinsi Sumbar terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat yang divaksin di daerahnya.

Salah satu cara dila­kukan dengan mene­rapkan aturan wajib vaksin bagi pengunjung mall dan swa­layan melalui aplikasi Pe­duliLindungi.

Aturan tersebut ter­tuang dalam Surat Edaran nomor:400/98/Dag/IX-2021 tentang Pemberlakuan Wa­­jib Vaksin pada Mall/Swa­layan/Minimarket di Sumatra Barat  yang ter­tulis dalam surat edaran yang ditandatangi Guber­nur Sumbar Mahyeldi pada 30 September 2021 ter­sebut.

Bagi pengunjung yang belum mendapatkan vak­sinasi karena alasan ke­sehatan, pengunjung dapat menunjukan hasil negatif tes swab antigen maksimal 1×24 jam atau hasil negatif tes PCR maksimal 2×24 jam. Serta wajib me­nun­jukan surat keterangan dari dokter.

SE itu bertujuannya untuk percepatan vaksi­nasi Covid-19 dimall/pusat perbelanjaan/swalayan/supermarket di kabupaten dan kota. Kiranya kepala daerah dapat melakukan vaksinasi massal bagi pe­gawai, pedagang dan pe­ngun­jung dengan ber­koor­dinasi melalui Dinas Ke­sehatan Pemprov Sumbar. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top