Close

Dirut PT KAI Kunjungi Sumbar, Tindak Lanjut Pertemuan dengan Kepala Daerah yang Diinisiasi Andre Rosiade

FOTO BERSMA— Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama kepala daerah dan direksi PT KAI.

ADINEGORO, METRO–Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Didiek Hartantyo me­ngunjungi Sumatra Barat (Sumbar), Kamis dan Jumat (13-14/1). Tujuannya untuk mengeksekusi permintaan Bu­pati/Wali Kota di Sumbar yang dibawa oleh anggota DPR RI Andre Rosiade bertemu dengan Menteri BUMN Eick Thohir dan direksi PT KAI di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, kami sudah men­darat di Sumbar siang ini. Agendanya mau mengecek dan memastikan renca­na kerja sama PT KAI dengan Pemkab dan Pemko di Sumbar. Setelah ini saya shalat di Masjid Raya Sumbar dulu, baru ke Bukit Putus Kota Padang. Melihat rencana aktivasi angkutan barang melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Rencana untuk angkutan CPO ber­sama Kementerian Perhu­bu­ngan,” katanya, Kamis (13/1) siang.

Didiek memastikan, kun­jungannya untuk memfollow up atau menindaklanjuti per­mintaan Bupati/Wako se-Sumbar pada pertemuan di Jakarta yang diinisiasi oleh Anggota DPR asal Sumbar Andre Rosiade. “Kami khu­sus datang memfolow up pertemuan waktu itu yang diinisiasi Pak Andre Ro­siade. Sudah ada yang deal seperti Kota Bukittinggi yang sudah ada surat-suratnya, dan yang lain sedang dimatang­kan. Juga sudah menam­bahkan ger­bong khusus sepeda jalur Padang-Kota Pariaman,” kata Didiek.

Didiek menyebutkan, setelah dari Kota Padang, dia dan tim akan bertolak ke Kota Bukittinggi untuk melihat langsung bekas Stasiun KA Bukittinggi di Jalan Sudirman. Lahan se­luas 2 hektare yang sudah di­sepakati akan dipakai Pem­ko Bukittinggi selama tiga tahun untuk me­ning­katkan perekonomian war­ga yang terimbas Covid-19 ini.

Besoknya, sebut Di­diek, mereka akan ke Kota Sa­wah­lunto terkait rencana pe­ngoperasian KA Mak Itam ke Muaro Kalaban sepanjang 4 KM. “Seka­rang kita lihat dulu bagai­mana kondisinya. Kira-kira persia­pannya butuh bera­pa lama dan dananya bera­pa. Baru kita bisa pastikan, apakah ker­ja sama ini akan berlan­jut seperti apa,” kata Didiek lagi.

Selain itu, kata Didiek, juga akan memastikan ren­cana Kemenhub membuka jalur kereta api rute Naras di Kota Pariaman menuju Sungai Limau, Padang Pa­riaman. Reaktivasi jalur Naras-Sungai Limau ditar­getkan dilakukan pada 2023. “Ini juga kita akan pastikan, apakah butuh penam­ba­han gerbong atau bagaia­mananya, kita lihat nanti,” kata Didiek.

Di Kota Padangpanjang dan Solok, Dirut PT KAI juga melakukan peninjauan  atau pengecekan asetpo­tensial di Wilayah Padang­panjang dan aset potensial di emplasemen Solok. “Kita juga telah menerima per­mintaan dari Pemda untuk pemanfmaatan aset se­perti di Bukittinggi. Mung­kin bisa juga dikerjasa­makan,” kata Dirut lagi.

Didiek melihat, potensi pengembangan kereta api di Sumbar lebih kepada angkutan barang, meski tak menutup kemungkinan angkutan penumpang. “Be­­berapa waktu lalu Pak Menteri Perhubungan juga sudah ke Sumbar terkait reaktivasi jalur kereta api Naras-Sungai Limau. Se­moga saja kerja sama de­ngan pemerintah daerah di Sumbar ini berjalan lan­car,” katanya.

Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar Andre Ro­ siade berterima kasih atas keseriusan Kemen­terian BUMN dan Direksi PT KAI terkait pertemuan di Jakarta. Apalagi sudah ada yang dieksekusi se­pert­i di Kota Bukittinggi. Dia ber­harap, kerja sama lain­nya juga segera dilaksa­nakan, untuk memper­ce­pat pem­bangunan di Sumbar.

“Selamat datang di Sumbar pak Dirut PT KAI. Alhamdulillah, apa yang diminta Bupati dan Wali Kota yang kami bawa ke pusat kemarin sudah ditin­dak­lanju­ti PT KAI. Bahkan sudah ada yang resmi se­perti di Bukit­tinggi dan Kota Pariaman, sesuai permin­taan Wali Ko­ta­nya. Tentu­nya ini adalah kolaborasi antara anggota DPR de­ngan pemerintah daerah. Ibarat pepatah, ba­samo mangko manjadi,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top