Menu

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien PDP Corona Dipulangkan ke Dharmasraya

  Dibaca : 2233 kali
Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien PDP Corona Dipulangkan ke Dharmasraya
TANGANI PASIEN— Tim medis menggunakan alat pelindung diri saat menangani pasien berstatus PDP Covid-19 di RSUD Sungai Dareh.

DHARMASRAYA, METRO
Sempat dirujuk dari RSUD Sungai Daerh ke RSUP M Djamil Padang, seorang mahasiswi yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (covid-19) malah dipulangkan ke Kabupaten Dharmasraya, Rabu (25/2). Menurut informasinya, mahasiswi berumur 20 tahun itu baru saja pulang dari Kota Bogor dan mengalami demam hingga sakit di tenggorokan.

Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, dr Rahmadian membenarkan kalau RSUD Sungai Dareh tengah merawat seorang pasien berstatus PDP virus corona. Pasien tersebut memang sempat dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada Rabu (25/3) pukul 01.00 WIB, namun dipulangkan kembali ke Dharmasraya pada pagi harinya.

“Pasien PDP ini dikembalikan ke Dharmasraya karena masuk kategori ODP ringan. Memang seperti inilah kondisinya, dimana rumah sakit rujukan kita saat ini dengan memang kemampuan terbatas dan alat terbatas dan menyeleksi pasien PDP dengan ketat. Karena rumah sakit rujukan diprioritaskan untuk pasien PDP yang sesak nafas dan masuk kategori berat,” kata Rahmadian.

Saat ditanya apakah pasien PDP yang dipulangkan oleh RSUP M Djamil ini akan dirawat di RSUD atau di rumah, Rahmadian menyebutkan bahwa pihaknya kan aberkoordinasi dengan para spesialis untuk tindak lanjutnya.

“Kalau memang perlu diisolasi di RSUD ya kita akan isolasi di RSUD. Namun ada protap terbaru dari Kemenkes dalam menyikapi keterbatasan APD, jumlah tempat tidur dan ruang isolasi. Maka boleh pasien dilakukan isolasi di rumah,” jelasnya.

Rahmadian menjelaskan, pasien berstatus PDP yang sempat dirujuk dan dikembalikan ini merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Bogor. Dia kembali ke kampung halaman sejak satu minggu lalu. Mahasiswi ini mengalami demam, ini salah satu gejala dan susah menelan.

“Sedangkan adik kandungnya yang masih berusia 9 tahun mengalami demam berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sebagai protap dalam penanganan Covid-19 dilakukan observasi sesuai SOP. Sementara adik kandung pasien PDP, juga mengalami keluhan demam, batuk, sesak dan ada riwayat penyakit jantung bawaan (PJB) dan demam. Sesuai hasil observasi, pasien tidak sehingga tidak dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19,” ujar Rahmadian.

Hingga saat ini, menurut Rahmadian, sebanyak 29 warga Dharmasraya telah ditetapkan sebagai ODP, lalu untuk PDP hanya satu pasien. Sementara, berdasarkan data Dinkes Kabupaten Dharmasraya hingga Selasa (24/3) terdapat 252 warga Dharmasraya yang berstatus Pelaku Perjalanan area Terjangkit (PPT).

“Sementara untuk ODP 29 orang, serta satu PDP yang merupakan mahasiswi tersebut. Dari 29 orang ODP ini memiliki gejala batuk, demam dan flu,” pungkasnya. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional