Menu

Dirgahayu ke 352 Tahun, Padang Tangguh, Unggul dan Berdaya Saing

  Dibaca : 158 kali
Dirgahayu ke 352 Tahun, Padang Tangguh, Unggul dan Berdaya Saing
Walikota Padang Hendri Septa

Momentum Hari Jadi Kota Padang membawa memori kita kembali mengingat peristiwa heroik tanggal 7 Agustus 1669, dimana pasukan Berbangso Rajo dari Pauh – Koto Tangah dengan dukungan penuh dari masya­rakatnya mela­kukan penye­rangan Keloji Belanda, yang mengakibatkan jatuhnya korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian yang sangat besar bagi peme­rintahan Belanda.

Peristiwa momentum ber­se­jarah masa inilah yang kemu­dian ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Padang, melalui persetujuan DPRD Kota Pa­dang tanggal 31 Juli 1985 dan Keputusan Walikota Padang tanggal 1 Agustus 1986.

Ketika Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945, Padang menjadi sebuah Kota Praja di bawah Pemerintahan Republik Indonesia dan Wali Kota perta­manya adalah Abu Bakar Ja’ar, SH, kemudian setelah agresi Belanda berakhir tahun 1949, Kota Padang terus mengalami kemajuan apalagi sejak ditetap­kan secara de facto tahun 1959 se­bagai Ibukota Provinsi Suma­tera Barat.

Sejarah panjang Kota Pa­dang membawa kita ke hari ini dimana semua tantangan akan perkembangan kota terus kita hadapi. Banyak hal yang menjadi kekuatan Kota Padang untuk berkembang ke arah yang lebih baik sebagai Ibukota Provinsi Sumbar, sehingga beberapa masalah mendasar perkotaan secara bertahap sebahagian sudah mulai dapat diurai, dimi­ni­malisir dan diselesaikan sesuai dengan garisan Visi Kota Padang 2019–2024 yaitu “Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata Unggul serta Berdaya Saing”.

Pemerintah Kota Padang saat ini tengah bekerja keras untuk mewujudkan Visi tersebut melalui 7 (tujuh) Misi, yaitu: Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang beriman, kreatif, inovatif dan berdaya saing. Mewujudkan Kota Padang yang unggul aman, bersih, tertib, bersahabat dan menghargai kearifan lokal. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Padang yang inklusif.

Selain itu, dari segi eko­nomi, Misi yang dilakukan adalah dengan mewujudkan Kota Padang sebagai pusat perdagangan dan ekonomi kreatif. Meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata yang nyaman dan berkesan. Mencip­takan masyarakat sadar, peduli dan tangguh bencana. Misi selanjutnya adalah mening­kat­kan kualitas tata kelola pe­merintahan yang bersih dan pelayanan publik yang prima.

Misi tersebut juga diiringi dengan 11 program-program konkrit seperti: melanjutkan betonisasi jalan lingkungan, pengaspalan dan pelebaran jalan serta perbaikan drainase dan pengendalian banjir ter­padu. Meningkatkan efektifitas reformasi birokrasi, budaya kerja aparatur dan pelayanan publik. Melan­jutkan pengem­ba­ngan Kawasan Wisata Terpadu Gunung Pa­dang, pulau pulau kecil dan wilayah Timur Kota Padang. Melanjutkan penye­leng­garaan pesantren Rama­dhan, kegiatan keaga­maan, seni budaya dan olahraga yang lebih berkualitas. Melan­jutkan penataan angkutan umum dengan pembukaan koridor baru Trans Padang serta melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk memperlancar per­gerakan orang dan barang.

Program konkrit selan­jut­nya terkait dengan pendidikan adalah Membangun 500 ruang kelas baru untuk SD dan SMP. Lalu, program terkait pengem­bangan produktivitas masya­rakat yaitu dengan mere­vitali­sasi sarana prasarana olahraga tingkat RT dan RW, membuat taman kota per Kecamatan serta membangunan pusat kreatifitas dan inovasi pemuda (youth center).

Program lainnya yang me­nyang­kut kesejahteraan ma­syarakat adalah dengan me­ning­katkan dana stimulan Keca­matan 1 miliar dan dana Kelu­rahan 100 juta serta mening­katkan dana operasional RT/RW, guru TPA/MDA, dan imam masjid. Meningkatkan indeks kemudahan berusaha di Kota Padang. Mendorong penye­diaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dan yang terakhir adalah membangun kampung tematik dalam pengembangan ekonomi lokal masyarakat ber­da­sarkan potensi wilayah.

Sudah satu tahun lebih seluruh dunia diguncang co­baan bencana non-alam yang sangat dasyat, Pandemi Covid-19 mengunci dan mengisolasi seluruh manusia. Cara pan­dang dan semua aktivitas me­ngalami perubahan yang sa­ngat signifikan, yang meng­akibatkan seluruh sektor kehidu­pan manusia mengalami perge­seran yang sangat tajam.

Sejak terkonfirmasi kasus per­tama kali pada bulan Fe­bruari 2020 yang lalu sampai de­ngan hari ini, Pandemi Co­vid-19 telah memporak-poran­dakan struktur eko­nomi dan sosial masyarakat, penurunan pertumbuhan eko­no­mi yang sangat signifikan, pe­nu­runan pendapatan daerah, me­­ning­katnya angka kemiskinan, ter­dampaknya UMKM, mening­kat­­nya pengangguran, serta ku­rangnya kesiapan masya­rakat me­nghadapi pola hidup baru, me­nyebabkan tidak terca­pai­nya tar­get-target pembangu­nan se­ba­gaimana yang sudah dite­tap­kan.

Di sektor pendidikan, terjadi perubahan drastis wajah pen­didikan akibat pandemi Covid-19. Kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah dengan sistem daring atau luring. Sistem pendidikan ini tentu tidak mudah, di samping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sum­ber daya yang mesti disediakan serta perlunya pendampingan dari orang tua terhadap peserta didik tingkat dasar agar tidak terjadi penu­ru­nan kualitas pendidikan.

Menghadapi tantangan ini, Pemko Padang telah me­nye­dia­kan dengan menyedia­kan akses internet gratis di ke­camatan, kelurahan, masjid, mu­shala, dan tempat-tempat umum lainnya.

Sampai saat ini sudah ter­se­dia 139 titik akses internet gra­tis yang tersebar diseluruh wilayah Kota Padang di sam­ping kuota gratis yang diberikan oleh Kemendikbud.

Dari segi ekonomi, terjadi penurunan konsumsi sosial di sektor pariwisata seperti res­toran, pariwisata domestik, kun­jungan ke acara-acara bu­daya, pameran, biro perjalanan dan lainnya masih terus terjadi. Para pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus didorong agar selalu menerapkan cleanliness, health, safety & environment sustainability (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, kesela­matan, dan kelestarian ling­kungan untuk bersama-sama memulihkan ekonomi daerah.

Selain itu, pandemi Covid-19 menyebabkan kontraksi perekonomian nasional yang cukup dalam berdampak ke Kota Padang. Pertumbuhan Ekonomi Kota Padang terus menurun pada capaian -1,86 persen di tahun 2020 dari capaian sebelumnya 5,65 persen di tahun 2019.

Menindaklanjuti hal ter­sebut, Pemerintah telah mela­kukan tindakan cepat berupa program vaksinasi, program pemulihan ekonomi nasional, BLT, bantuan modal usaha UKM/UMKM. Dalam rangka pemulihan dampak ekonomi masyarakat, telah dilakukan berbagai kebijakan mulai dari pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah, BUMN, swasta dalam bentuk pem­berian bantuan langsung tunai atau bantuan pemenuhan kebu­tuhan pokok kepada masyara­kat yang terdampak.

Melalui Kemensos telah disalurkan kepada 18.560 keluarga penerima manfaat dari program bantuan sosial tunai telah mendapat bantuan berupa uang tunai Rp 600 ribu untuk bulan Mei dan Juni 2021 plus 10 kg beras, dan kepada 17.352 KPM dari PKH me­ne­rima bantuan beras ma­sing-masing 10 kg yang disediakan oleh Bulog Divre Sumbar.

Pemko Pa­dang juga ber­terima kasih ke­pada BUMN, swasta dan lembaga sosial yang telah membantu sebanyak 14.345 paket dalam program CSR yang diberikan untuk Kota Padang sebagai wujud kepe­duliannya dengan memberikan bantuan dalam bentuk beras atau bahan pokok lainnya kepada masyarakat terdampak.

Pemerintah Kota Padang juga telah merefocusing APBD pada tahun 2020 lalu sebesar Rp227,67 miliar dan tahun 2021 ini sebesar Rp125,79 miliar, yang penggunaannya diarah­kan untuk penanganan pan­demi Covid- 19, dukungan vak­sinasi, pemulihan ekonomi, jaring pengaman sosial/bantuan langsung tunai, insentif tenaga kesehatan dalam rangka pe­nanganan Covid-19 serta du­kungan pada kelurahan dalam rangka penanganan Covid-19.

Sehingga ber­bagai upaya perlu dimak­simal­kan untuk dapat meminimalisir dampak dari pan­demi tersebut. Diperlukan du­kungan, kerja sama dan kola­borasi dari multi pihak agar upaya dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dapat menemui titik terangnya.

Seiring dengan perjuangan dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemko Pa­dang tetap berupaya melakukan peruba­han yang signifikan, baik dari aspek fisik maupun dari aspek sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Tagline Kota Padang pada HUT nya yang ke 352 adalah “Padang Tangguh”. Secara eksplisit “Padang Tangguh” diartikan sebagai kota yang kuat, handal, unggul, sukar dikalahkan. Secara implisit diartikan sebagai kota yang andal dalam penanga­nan ra­wan bencana, menjadikan kam­pung tematik pengem­ba­ngan sektor pariwisata, per­dagangan dan ekonomi kreatif sebagai leading sektor pen­dongkrak perekonomian kota padang yang terhubung de­ngan bidang pendidikan, per­da­gangan & pariwisata.

Dalam menghadapi ma­sa pandemi covid-19 & pe­merintah Kota Padang terus berupaya menjalankan program pada tahun 2021 de­ngan berbagai penca­paian, diantaranya : Penghar­gaan Pembangunan Da­erah (PPD) tahun 2021 atas keber­hasilan menyiapkan pe­ren­canaan berkualitas dalam rang­ka pencapaian pembangu­nan daerah yang lebih baik. Pem­bangunan daerah tahun 2021 tingkat Provinsi Sumatera Barat kategori kota terbaik I. The 6th Publik Relation Indonesia Award (pria) 2021 ka­tegori pemerintah kota terpo­pu­ler di media cetak selama tahun 2020.

Sebagai “Inisiator imple­mentasi eretribusi pariwisata pasar, e-retribusi pariwisata, e-retribusi Qris”. Lalu, Peng­hargaan pengarusutamaan gender tingkat provinsi suma­tera barat tahun 2020. Selanjut­nya, Penghargaan kota layak anak kategori Nindya. Peng­hargaan dari PT. PLN (per­sero) unit induk wila­yah Su­matera Barat atas kon­sistensi pem­bayaran listrik te­pat waktu untuk tahun 2020. Ser­ta, penca­paian Opini Wajar Tan­pa Pe­nge­cualian (WTP) La­poran hasil pemeriksaan Ke­uangan Pe­merintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional