Menu

Direktur Keuangan Ungkap Transaksi Digital Bank Nagari saat Pandemi

  Dibaca : 136 kali
Direktur Keuangan Ungkap Transaksi Digital Bank Nagari saat Pandemi
Sania Putra, Direktur Keuangan Bank Nagari

PADANG, METRO
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari dengan cepat mengalihkan pelayanan tatap muka dengan sistem virtual. Tentunya hal itu harus dilengkapi dengan digitalisasi sistem perbankan yang cepat. Hampir setahun pandemi Covid-19, bank kebanggaan masyarakat Sumbar ini berhasil survive dan tetap bertumbuh.

Direktur Keuangan Bank Nagari Sania Putra, Jumat (22/1) kepada wartawan meyebutkan, pelayanan digital Bank Nagari selama 2020 sudah maksimal dan lebih baik dari harapan semula. Bank Nagari dapat dikatakan sukses dalam digitalisasi bank di masa Covid-19.

“Karena banyaknya batasan-batasan masyarakat dalam beraktivitas, bahkan sampai ada PSBB (pembatasan sosial berskala besar), Bank Nagari terus terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan pada nasabah. Mungkin ini bisa disebut berkah di sisi lain musibah. Karena, biaya operasional bank dapat dikurangi,” kata Sania didampingi Pemimpin Divisi Dana dan Treasury Roni Edrian, Idrianis (Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan), Rano Fardian (Pemimpin Grup Pengembangan Dana dan Jasa) dan Intan Evannita Evandry (Pemimpin Bagian Humas, Publikasi, Kesekretariatan dan Perlindungan Konsumen).

Sania Putra menyebut, bank yang tidak bisa memaksimalkan digital di saat pandemik akan kesulitan. Beruntung, katanya, Bank Nagari telah memulai digitalisasi sejak 2017 tanpa menduga adanya Covid-19. Karena itulah saat ini, Bank Nagari sudah memiliki banyak aplikasi berbasis teknologi yang dapat langsung diterapkan.

“Kami melihat digitalisasi meningkatkan DPK (dana pihak ketiga). Jika pada 2019 posisi DPK Rp19.478.822, pada 2020 mencapai Rp20.408.332. Meningkat Rp929.510 atau 4,77 persen. Hal ini menepis kekhawatiran DPK akan menurun, ternyata naik hampir Rp1 triliun,” kata Sania Putra yang bekerja bersama tim direksi, Muhammad Irsyad (Direktur Utama), Gusti Chandra (Kredit dan Syariah), Syafrizal (Operasional) dan Restu Wirawan (Kepatuhan).

Sania yang sebelumnya Pemimpin Divisi Pemasaran  mengatakan, yang paling terdampak dengan pandemi adalah nasabah. Karena mereka tidak bisa bertransaksi seperti biasa. ”Namun ini terasa berbeda juga, karena jumlah tabungan meningkat dari yang diperkirakan turun. Terjadi peningkatan tabungan sekitar Rp340 miliar atau 2,8 persen,” kata Sania Putra yang mengatakan, bertambah banyak warga Sumbar yang mengunakan uangnya melalui aneka produk Bank Nagari.

Menurut Sania, dari analisa dan realita lapangan, bank yang tidak menggunakan teknologi akan tersingkir di era saat ini. Karena, pertumbuhan transaksi digital bisa meningkat dua kali lipat. ”Contohnya mobile banking Bank Nagari tumbuh 94,8 persen. Pada 2019 hanya 44.709 nasabah, menjadi 87.091 di akhir 2020. Naik 42.382 pengguna dengan nominal transaksi digital Rp2,2 triliun. Sebelumnya 2019 hanya Rp1,2 triliun,” katanya.

Jika digabungkan semua layanan digital, kata Sania, seperti SMS banking, SMS Notifikasi, NCM, autodebet, NPP dan mobile banking, maka dari 2019 yang hanya 453.865 nasabah, sekarang sudah mencapai 651.007 atau naik 197.142 atau 43,44 persen.

“Bicara frekuensi atau jumlah transaksi juga meningkat dari layanan SMS Banking, NCM dan Mobile Banking. Jika 2018 hanya 6.723.853 transaksi, akhir Desember 2020 menjadi 13.833.681 transaksi atau naik 7.109.828 atau 105,74 persen. Khusus mobile banking, naik dari 2019 2.254.213 menjadi 9.882.889 transaksi pada Desember 2020. Naik 6.628.676 transaksi atau 203,7 persen,” kata Sania.

Sementara untuk NCM (Nagari Cash Management) naik signifikan dari 3.391.499 transaksi pada 2019 menjadi 3.821.131 Desember 2020. Artinya, terjadi kenaikan 529.632 atau 16,09 persen dengan dana yang bergulir mencapai Rp 3,1 triliun. “NCM didominasi oleh Pemda baik Provinsi atau Kabupaten/Kota. Dengan kegiatan yang terbatas, frekuensi transaksi dan nominalnya tetap naik,” kata Sania.

Maksimalkan QRIS
Sania Putra menyebutkan, pada Maret 2020, Bank Nagari meluncurkan tiga produk yang dapat memudahkan nasabah dalam berbelanja dan mengelola keuangan. Yaitu QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) pada 14 Maret serta CRM (Cash Recycle Machine) 23 Maret. Namun karena mulai bertepatan dengan masuknya virus Corona ke Indonesia dan Sumbar, sosialisasi sempat terganggu.

“Alhamdulillah Bank Nagari berhasil memaksimalkan QRIS sebagai salah satu aplikasi pembayaran digital dan mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia (BI) Sumbar dan BI Riau. Merchant atau tempat usaha yang bisa digunakan QRIS sudah mencapai 6.736 titik dari 2.115 pada Maret 2020. Outlet dari 2.142 menjadi 7.003 dan frekuensi transasksi dari 3.317 Maret 2020 sekarang sudah 109.524. Nominal transaksi juga fantastis, dari Rp93,7 juta pada Maret 2020 mejadi Rp13,9 miliar pada Desember 2020,” katanya.

Laku Pandai Bank Nagari, kata Sania, dikenal dengan Lapau Nagari. Akhir 2020, agen mencapai 327 di seluruh Sumbar, dari pembukaan awal 60 per Agustus. Untuk BSA (basic saving account) atau tabungan yang tidak memiliki batas minimal saldo dan setor tunai, tidak ada biaya administrasi, namun ada batas maksimal saldo dan transaksi debit saat ini sudah mencapai 84, dari 8 saat dibuka. “Nominal transaksi mencapai Rp36 juta dari hanya Rp164 ribu saat dibuka. Frekuensinya masih 246 dan akan terus ditingkatkan,” katanya.

Saat pandemi, katanya, Bank Nagari juga terus melengkapi dengan CRM atau ATM setor tunai yang saat ini terdapat di empat kantor cabang, Cabang Utama Padang, Cabang Payakumbuh, Cabang Bukittinggi dan Cabang Solok. “Bank Nagari akan terus meningkatkan layanan dengan melaunching pembukaan rekening tanpa ke kantor pada Maret 2021 ini, bertepatan dengan HUT ke-59,” katanya.

Digitalisasi Pemda
Selain meningkatkan kualitas layanan, kata Sania, Bank Nagari juga membantu percepatan digitalisasi di kalangan Pemda. Seperti Implementasi Smart Tax Solution (Tapping Box) di Padang, Bukittingi dan Padangpanjang, e-retribusi yaitu sistem yang disediakan oleh Bank Nagari berbasis web untuk membantu Pemda dalam pengelolaan retribusi digital untuk meningkatkan  pendapatan daerah. Agar tercipta efektifitas, efisiensi dan akuntanbilitas transaksi retribusi. Sistem ini juga menyediakan eksekutif report untuk pejabat pemda.

“Implementasi E-Retribusi juga telah dilakukan di Padang (pasar dan pariwisata), Bukittinggi (retribusi Pasar Atas, Bawah, Aur Kuning), Pariaman (Pasar Pariaman) dan Solok (e-KIR kendaraan). Kami juga sedang meeencanakan interkoneksi sistem informasi Pemda, antara Kemendagri RI dengan Bank Nagari. Bank Nagari dipercaya menjadi leading sector perbankan dalam pembentukan tim percepatan digitalisasi daerah,” katanya.

Bank Nagari juga melakukan kerja sama dengan Badan Keuangan daerah (Bakeuda) Sumatra Barat, Jasa Raharja dan Kepolisian Republik Indonesia (DITLANTAS) untuk layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. “Sudah ada Samsat Online Nasional (layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara Nasional/seluruh wilayah Indonesia). Media yang digunakan Mesin ATM dan NCM. Untuk E-Samsat, layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor untuk wilayah Sumbar secara elektronik atau digitalisasi bisa dilakukan di aplikasi mobile banking dan mesin ATM,” katanya.

Sania menegaskan, Bank Nagari juga tidak menutup kesempatan berkolaborasi dengan start up yang ada di Indonesia saat ini. Seperti melakukan kerja sama dengan fintech (financial technology) seperti Gopay (Gojek), Ovo dan Tokopedia. Bahkan juga sudah melakukan kerja sama internasional melalui Asian Payment Network (APN) yang membuat produk Bank Nagari bisa digunakan di Malaysia, Thailand, Korsel dan China. ”Bank Nagari juga tidak akan meninggalkan mitra kerja sama lainnya dari 16 universitas atau perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumbar,” tutupnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional