Menu

Direktur Kesiapsiagaan BNPB Kunjungi Solsel

  Dibaca : 218 kali
Direktur Kesiapsiagaan BNPB Kunjungi Solsel
BERKUNJUNG— Direktur Kesiapsiagaan BNPB Eny Supartini berkunjung ke Solsel, yang diterima Sekdakab Solsel H Yulian Efi, Kalaksa BPBD Solsel Richi Amran dan beberapa kepala OPD.

DIREKTUR Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Eny Supartini menyampaikan apresiasinya atas gerak cepat Pemprov Sumbar bersama pemerintahan kabupaten dan kota dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di wilayah Provinsi Sumbar, khususnya di Solsel.

“Tentu hal ini patut kita apresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penanggulangan Covid-19 ini, sehingga Sumbar secara keseluruhan dapat menangani penyebarannya dengan baik, termasuk di Solok Selatan (Solsel), termasuk kerja dari laboratorium Unand yang banyak dipuji banyak kalangan secar nasional,” ujar Eny Supartini, ketika bersilaturahmi dengan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Senin (3/8). Dalam kesempatan itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Solsel H Yulian Efi.

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan, semua pihak agar jangan sampai lengah, karena wabah tersebut masih berpotensi untuk meningkat. Bahkan, trennya terlihat terus menaik dari waktu ke waktu. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan negara lainnya. “Termasuk di beberapa daerah di negara kita, kami lihat adanya serangan gelombang kedua Covid ini. Yang tadinya sudah mulai berkurang, sekarang kembali menunjukkan grafik peningkatan. Jadi kita tetap minta semua pihak untuk tetap waspada,” ungkap Eny.

Dijelaskannya, terkait proposal permohonan bantuan hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana yang terjadi di Solsel beberapa waktu lalu, Eny yang baru saja dilantik sebagai direktur kesiapsiagaan tersebut berjanji untuk membantu menelusuri proposal tersebut kepada bidang terkait di BNPB. “Insya Allah, nanti kita coba tanya kepada deputi terkait sampai dimana progresnya,” ujar Eny yang juga merupakan”rang sumando” Solsel ini.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Solsel Richi Amran mengatakan, bahwa beberapa bulan lalu sebenarnya sudah turun tim dari BNPB untuk melakukan pengecekan lapangan. Namun seminggu setelah itu, terjadi wabah Covid, sehingga perjalanan proposal tersebut sedikit terhambat.

Richi berharap agar proposal pendirian huntap tersebut dapat segera direalisasikan. Namun ia juga menyadari bahwa wabah Covid yang melanda Indonesia secara keseluruhan membuat beberapa perencanaan pembangunan di tingkat pusat menjadi sedikit terhambat. “Kami dari BPBD Solsel, secepatnya juga akan susul ke BNPB untuk menanyakan realisasi permohonan tersebut, kami berharap hal ini segera terealisasi,” ujarnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional